mimi item
KINGDOM : RAJA BATAK

PHYLUM : RAJA ISUMBAON

DIVISIO : SORIMANGARAJA

CLASS : TUAN SORBADIBANUA

ORDO : NAIPOSPOS

FAMILY : MARBUN

GENUS : BANJARNAHOR

SPECIES : MIAN HOTMIDA

hehehe
#mimiwords 1 comment | edit post
mimi item
Malam ini aku berpikir. Setiap hari, terkadang bertemu orang yang sama, terkadang bertemu orang yang hanya sepintas lalu. Namun, beberapa dari mereka, entah mereka mengenal satu sama lain atau tidak, memiliki persamaan dan juga perbedaan tentunya. Begini, aku berpikir untuk mengelompokkan mereka dalam dua tipe yaitu dalam memandang cara mensyukuri hidup dalam perilaku para ciptaan ini.

Tipikal manusia pertama adalah orang yang 'nrimo', pasrah, mengalir mengikuti arus kehidupan. Perilaku mereka cenderung terpuji. Tenang. Tanpa riak. Tanpa masalah. Dalam pikiran mereka Tuhan adalah donatur tetap sepanjang akhir hayat. Mereka menunggu dan menerima saja apa yang telah telah di berikan oleh Sumber Pemberi Rahmat Yang Maha Tahu Apa Yang Mereka Perlukan. Pribadinya cenderung menyenangkan, menyenangkan hati Sang Pencipta juga sesamanya. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kaum Penerima. PUja-puji sering mengikuti hidup kaum ini. Kata-kata ampuh yang mereka sering ucapkan adalah "Biar sajalah Tuhan yang atur" atau "Ini memang sudah suratan nasibku" atau kata-kata yang cenderung bernada lembut nan pasrah, bla.. bla...

Tipikal manusia kedua adalah 'Sang Pemberontak', tidak cukup puas atas apa yang sudah ada, melawan arus tenang yang mereka anggap menghanyutkan. Hidup bertemankan badai. Masalah menjadi sahabat sehari-hari. Selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang telah diberikan pada mereka. Tuhan adalah Panglima tertinggi, dan mereka adalah para kopral yang harus berusaha naik pangkat dengan berusaha melakukan usaha terbaik yang mereka punya. Pribadinya cenderung berkompetensi dalam kehidupan. Terkadang menyakitkan diri sendiri, terkadang menyakitkan hati sesama, bahkan terkadang mengecewakan Sang Panglima. Kaum Pejuang. Sering di cacimaki. Di mulut mereka sering terucapkan "Kalau dia bisa, kenapa aku nggak?" atau "Aku belum sepenuhnya melakukan yang terbaik yang kubisa!" atau kata-kata bernada arogan plus menantang, bla..bla...

Tipikal manusia pertama jika bertemu dengan tipikal manusia kedua berpikir : "Nih anak tak tau diri, gak pandai bersyukur, tak pernah puas!"

Tipikal manusia kedua jika bertemu dengan tipikal manusia pertama berkata :
"Nih anak tak atau diri, gak pandai bersyukur, tak mau berusaha lebih keras"

Karena perbedaan perspektif tersebutlah, si orang pertama tidak cocok dengan si kedua. Mereka terkadang menyakiti satu sama lain. Cara mereka berbeda. Yang satu ke barat, yang satu ke timur. Tapi maukah kau lihat lebih dekat? Lihatlah, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mensyukuri hidup.

Pertanyaan dalam otakku sekarang adalah :
Sang Pemilik Kehidupan akan memilih cara siapa? Si tipikal pertama atau tipikal kedua?
Aku dimana? Siapa aku? Si manusia pertama atau manusia kedua? Atau bahkan bukan keduanya?

Ya,ya,ya Krisis jati diri di awal 20an memang wajar toh?

Siapapun aku, aku ini Mian Hotmida Banjarnahor. Tidak perlu puja-puji juga serapahmu namun berikan padaku saran dan kritik. Karena puja dan puji hanya untuk Tuhan saja dan manusia lain tak berhak mencacimaki aku. Aku bersyukur atas hidupku. Itu saja.
mimi item
pagi ini di pesbukku, ada yang ngetag notes khusus untuk ku. horeeeeee. hehe
dari kak berti. jujur aku lagi sedih banget. Masih gak jelas lulus apa kagak di tahap terakhir di BUMN yang emang ku impikan, bikin semangat labil dan hati ketar ketir. hiksss. gini ku posting ulang notesnya :

mian hotmida boru marbun banjarnahor....
heheeee....

semangat sista....
^____^

orang selalu bilang "sukses" itu :
- punya pekerjaan yg oke, di perusahaan gede, salary nya oke BGT, bisa buat SINAMOT, heheee....:D
- lalu punya pasangan hidup yg ganteng/cantik, atau mungkin tajir, bisa menikah dengan kemewahan, bisa potong sapi untuk tudutudu sipanganon, pokok nya menurut orang lain orang tuh beruntung BGT dpt pasangan seperti itu... :D
- lalu bisa shopping2, punya mobil & rumah mewah...:D

tapi aku jawab "tidak" mian.... karena :
- saat mian punya pekerjaan hebat, aku yakin mian pasti di sibukkan dengan pekerjaan, terlalu sibuk mengejar pekerjaan, sampe2 saTe nya selalu kelupaan karena capek di kantor. punya salary yg oke, mungkin bisa membuat mian tidak murah senyum seperti sekarang...:) dan yakin kah mian kalo mian bahagia..??
- punya PH yg oke..?? yakin mian bahagia, karena mian mendapatkan nya karena dia godang hepeng, punya pesta pernikahan yg hebat layak nya putri tapi besok setelah menikah langsung berantem, cpt merit karena mengejar target usia, keinginan ortu dan lain-lain nya, tapi yakin mian bahagia...??
- bisa belanja sana sini, punya segala nya, yakin mian bahagia..?? mungkin iya, tapi ada damai sejahtera....???

mian hotmida banjarnahor...:D
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-NYA, maka semua akan di tambah kan kepada mu...

tapi walo qta tidak bisa sukses seperti orang lain, punya PH yg buat orang iri, atau apa lah itu namanya... tapi saat mian bisa BERSYUKUR, yakin lah itu lebih sangat-sangat-sangat membahagiakan...

hayo miaaaan... mana semangat mu... fire - fire - fire.....
mungkin terlihat munafik mian, tapi aku pernah merasakan apa yg mian rasa kan, tapi waktu aku belajar bersyukur dan menerima segala nya, tidak IRI dan EGOIS... aku bisa smile seperti saat ini mian...:D

punya boNyok yg skrng.. walo msh ttp cerewis...:D
punya kaka dan abang dan ponakan yg lucu...:D
punya mr.pdp marbun, walo kecil, salary nya biasa aja, tapi dia mengerti aku, bisa saling sharing, memeluk saat aku menangis, walo dia tidak sama sekali romantis, tapi aku bahagia...:D
punya seluruh pahoppu SITOMPUL (adik2, pariban2 ku, kaka2 & abang2 ku)... :D
punya teman2 seiman... walo sekarang tidak seperti kuliah, bisa sharing kapan saja, tapi saat qta sms mereka, mereka masih meladeni kita...
& semua orang yg sayang pada ku...

masih banyak yang bisa kita syukuri mian... smilE...

so..........
semangat.... semangat.... semangaTTTT....
love u sista..umuach....:-*


see, indahnya punya saudara.

tapi sayangnya banyak yang mengira aku diumur 22 belum menemukan pengganti kekasih karena standar lelaki terlalu tinggi. banyak yang mengira aku di umur yang muda ini bekerja keras untuk uang saja. bukan kawan. bukan.

aku posting ulang notes yang kupublish di pesbukku " I wanna be rich!" Thursday, June 17, 2010 at 11:06pm

Aku mau nulis tapi bingung mau nulis apa,nulis ini aja deh. aku mulai gak suka ngobrol sama lelaki yang diomongin kotbah tentang kritik dan saran atas pekerjaan. 'Kamu kan wanita, pulang malam, kenapa sih kerja sibuk mulu? blah blah blah. Kenapa aku harus bekerja dan punya duit, ada suatu bayak kisah yang melatarbelakangi...


salah satunya kisah pagi ini. Pagi ini, ada lagi seorang Bapak baik hati yang mau pinjam duit sama ku, anaknya mau operasi tiga hari lagi. Dia tau aku gak punya duit, dia hanya mau didengarkan dan tampak jelas bahwa seseorang harus meringankan bebannya.
Dan sedihnya…

Saya tidak punya banyak uang untuk menghilangkan bebannya kali ini….

Saya seperti pistol tanpa amunisi sama sekali.
Seperti ingin berteriak, tapi tak memiliki suara.
Seperti ingin berlari, tapi tak mempunyai kaki.

I wanted to help him…
But I couldn’t!

Hhh…

Di detik itu juga, saya berbisik di dalam hati… I want to be rich…!

Seketika itu juga, saya memiliki keinginan yang tak pernah terlintas sebelumnya di dalam pikiran saya. Menjadi orang yang kaya, tidak pernah menjadi cita-cita. Saya hanya ingin menjadi seseorang yang hidup berkecukupan. Materi bukanlah hal yang penting, asal saya menikmati rejeki yang halal. Tidak perlu rumah mentereng dan mobil mewah… yang saya butuhkan adalah hati yang nyaman dan damai. Tidak perlu materi berlebih untuk memanjakan saya… yang saya butuhkan adalah hati yang teduh.

Being a rich woman was never on my list.
Yes. Not until that day.

Ketika melihat seorang Bapak yang begitu baiknya kepada saya, yang sering menasehati saya, yang selalu menghibur setiap saya sedang menghadapi masalah… bercerita panjang lebar tentang kesulitan keuangan yang menimpanya… ah… How I wish I were a rich woman… yang bisa dengan ringannya mengeluarkan selembar cek kosong dan bertanya padanya, “Pak, butuh berapa?” Lalu menuliskan apapun angka yang disebutkan olehnya, menyobeknya, dan memberikan padanya sambil bilang, “Kapanpun Bapak butuh duit, minta aku aja, Pak…“

Saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…

Yang memiliki materi berlimpah dan bisa membantu siapa saja yang membutuhkan biaya.
Seorang Pasien yang butuh operasi tapi tidak punya dana…. I will help them… all..!
Seorang teman yang kehilangan rumah peninggalan orang tuanya karena harus disita oleh Bank… I will cover any debts!

I want to be a very, very rich but generous woman, yang bisa membuka lapangan kerja buat banyak orang, sehingga tidak ada anak-anak kecil yang bekerja di pinggir jalan, menjadi seorang penjaja koran, pengemis, atau mengelap kaca depan mobil! Biarlah mereka merasakan nikmatnya bermain seperti layaknya anak-anak… Biarlah ibu bapaknya bekerja kepada saya dan saya memberikan rejeki yang sangat melimpah buat mereka sehingga tak perlu menyuruh anak-anak mereka ikut mengais rejeki!

God, how I want to be that woman…
How I want to be rich!!

Tapi kemudian, setelah curhat dengan seorang temen, tentang bagaimana saya merasa sesak nafas seketika karena ingin membantu seseorang tapi tidak mampu, tentang bagaimana kemudian saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…

Dengan bijaknya, dia berkata, “Bantu doa, Sis…“

Doa.
Doa saja!
Kalau memang memiliki rejeki berlebih, ya berikan, bagikan.
Tapi jika tida, panjatkan doa kepada Allah, agar Bapak (atau siapapun dia) bisa menjalani semua ini dengan baik… Agar selalu dibuka pintu rejeki… Agar selalu dekat dengan sang Pencipta… Agar selalu mempercayai bahwa Allah tidak pernah memejamkan atau bahkan mengedipkan mataNya. Allah selalu terjaga. Allah terlalu menyayangi kita sehingga rela tidak pernah tidur untuk selalu menjaga kita…

Berangsur-angsur, rasa sesak di dada saya melonggar. Ketidakmampuan saya dalam menolong bukan berarti saya tidak bisa melakukan apa-apa.

Dan ya.
Saya masih mampu untuk melakukan itu semua…

Ah,
Bapak…
Doakan anakmu ini supaya tidak terlupa akan janjinya jika suatu saat kelak saya bisa melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar memberikan ...
Doakan anakmu ini supaya kelak tidak menjadi manusia yang besar kepala dan takabur akan keberhasilannya..
Tangkap kaki-kaki saya kalau sedang melayang-layang terlalu tinggi dan tak mau menjejak tanah lagi.

Ya, Pak, ya….
Jangan lupa ya?


*aku jadi ingat obrolan ku dengan Denis Romulus Sirait sewaktu makan malam setelah pulang gereja yang kesimpulan pembicaraannya adalah "Mian (juga Denis) perlu lebih dari cukup untuk mencukupi orang lain"


btw, kapan bisa ke panti asuhan lagi ya?


------------------------------------------

aku bukan cewe matre kawan
aku cuma mau mengoptimalkan potensi diriku
aku bukan cewe yang liat rupa kawan
aku cuma menunggu waktu Tuhan menyatukan ku dengan belahan hatiku
^_^
mimi item
#mimiwords , 0 comment | edit post
mimi item
"niat tulus tapi di balas dengan pikiran negatif, baik lah... tak apa-apa.... huuuufffT....:D"

ini status sobat saya hari ini, saya klik like tanpa komen untuk sok eksis. hhee.

trus dia balas komen dengan logat melayu nya yang kental :

"ngape ko thumbs mi..???
hidup PAHIT,, pahit HIDUP
jadi kesimpulan nya apa mi..???"

hidup itu seperti pil kina, kita ini manusia yang kena malaria.
pil itu pahit. gak kita telan, kita makin sakit. kita telan setengah lalu dimuntahkan, kita gak sembuh tapi udah ngerasa pahit. jadi ya memang sudah seharusnya kayak gini pahitnya. kalo sudah sembuh lalu terasa manis. maniss seperti madu. aku yakin begitu karena Tuhan yang menciptakan kita, pasti tahu juga menciptakan jalan keluar untuk setiap masalah kita., semangat. semangatt. jujur semangatku agak pudar. semangaaat boleh pudar tapi tidak padam. hehehehheeh.

#mimiwords 0 comment | edit post