aku ada janji dengan Nika. dimatanya aku adalah orang yang always on time. dan aku tak mau merusak image itu. hehehe...
Segera kerumah Nika. makan nasi uduk dan bersiap siap mengantar dokumenku.
tiba-tiba, dari kejauhan kudengar bunyi berisik khas motor besar. masih jauh suaranya. sama sekali tidak asing bagi telingaku.
Yang kulihat itu seperti berkat di pagi hari. Aku melihat seseorang yang tidak asing. Dia, orang yang selalu ingin ku temui, tapi tak pernah bisa ku temui. Terakhir melihat dia, yaitu hari dimana aku bertengkar hebat, saling memaki, saling menyerang dengan kata-kata pedas, berperang dengan ego dan pertahankan harga diri masing-masing. di hari dimana takut dan lemah kami di batas maksimal…
Pagi itu, di saat aku memesan makanan dan berdoa untuk makanan itu (biasanya aku dengan nika selalu berdoa bersama sama) aku sempat menitip namanya dalam daku.
aku duduk membelakangi jalan,
mendengar riuh yang tidak asing itu
segera ku toleh mencari sumber suara tersebut?
menunggu suara itu lewat
aku melihatnya
memakai celana pendek
pelan namun pasti melewati rumah makan dimana kami berada
dia masih kokoh dan kuat
dia orang yang selalu kurindukan
aku tersenyum
Tuhan itu baik
celotehan nika tak sepenuhnya kudengar, kubiarkan ia berbicara
aku hanyut dalam monologku
"Sob, baru saja aku berdoa untuk pertemukan aku saja sesaat dengannya, lalu kau kabulkan. terimakasih. terimakasih banyak. aku bersyukur"
ini yang kuingat berapa kali aku bertemu tanpa bertatap muka
1. di lift mall, ketika aku dan temanku menuju red bean
2. di jalan imbon, ketika aku menemani temenku untuk membeli buah jeruk
3. di depan audiosen, ketika aku kerja dan ia ikut workshop alat musik tabuh
4. di depan rumah makan, bersama nika
aku menyebutnya rencanaNya bukan sekedar kebetulan
walau sesaat namun sangat berarti






