Showing posts with label Hidup. Show all posts
Showing posts with label Hidup. Show all posts
mimi item
Malam ini aku berpikir. Setiap hari, terkadang bertemu orang yang sama, terkadang bertemu orang yang hanya sepintas lalu. Namun, beberapa dari mereka, entah mereka mengenal satu sama lain atau tidak, memiliki persamaan dan juga perbedaan tentunya. Begini, aku berpikir untuk mengelompokkan mereka dalam dua tipe yaitu dalam memandang cara mensyukuri hidup dalam perilaku para ciptaan ini.

Tipikal manusia pertama adalah orang yang 'nrimo', pasrah, mengalir mengikuti arus kehidupan. Perilaku mereka cenderung terpuji. Tenang. Tanpa riak. Tanpa masalah. Dalam pikiran mereka Tuhan adalah donatur tetap sepanjang akhir hayat. Mereka menunggu dan menerima saja apa yang telah telah di berikan oleh Sumber Pemberi Rahmat Yang Maha Tahu Apa Yang Mereka Perlukan. Pribadinya cenderung menyenangkan, menyenangkan hati Sang Pencipta juga sesamanya. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kaum Penerima. PUja-puji sering mengikuti hidup kaum ini. Kata-kata ampuh yang mereka sering ucapkan adalah "Biar sajalah Tuhan yang atur" atau "Ini memang sudah suratan nasibku" atau kata-kata yang cenderung bernada lembut nan pasrah, bla.. bla...

Tipikal manusia kedua adalah 'Sang Pemberontak', tidak cukup puas atas apa yang sudah ada, melawan arus tenang yang mereka anggap menghanyutkan. Hidup bertemankan badai. Masalah menjadi sahabat sehari-hari. Selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang telah diberikan pada mereka. Tuhan adalah Panglima tertinggi, dan mereka adalah para kopral yang harus berusaha naik pangkat dengan berusaha melakukan usaha terbaik yang mereka punya. Pribadinya cenderung berkompetensi dalam kehidupan. Terkadang menyakitkan diri sendiri, terkadang menyakitkan hati sesama, bahkan terkadang mengecewakan Sang Panglima. Kaum Pejuang. Sering di cacimaki. Di mulut mereka sering terucapkan "Kalau dia bisa, kenapa aku nggak?" atau "Aku belum sepenuhnya melakukan yang terbaik yang kubisa!" atau kata-kata bernada arogan plus menantang, bla..bla...

Tipikal manusia pertama jika bertemu dengan tipikal manusia kedua berpikir : "Nih anak tak tau diri, gak pandai bersyukur, tak pernah puas!"

Tipikal manusia kedua jika bertemu dengan tipikal manusia pertama berkata :
"Nih anak tak atau diri, gak pandai bersyukur, tak mau berusaha lebih keras"

Karena perbedaan perspektif tersebutlah, si orang pertama tidak cocok dengan si kedua. Mereka terkadang menyakiti satu sama lain. Cara mereka berbeda. Yang satu ke barat, yang satu ke timur. Tapi maukah kau lihat lebih dekat? Lihatlah, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mensyukuri hidup.

Pertanyaan dalam otakku sekarang adalah :
Sang Pemilik Kehidupan akan memilih cara siapa? Si tipikal pertama atau tipikal kedua?
Aku dimana? Siapa aku? Si manusia pertama atau manusia kedua? Atau bahkan bukan keduanya?

Ya,ya,ya Krisis jati diri di awal 20an memang wajar toh?

Siapapun aku, aku ini Mian Hotmida Banjarnahor. Tidak perlu puja-puji juga serapahmu namun berikan padaku saran dan kritik. Karena puja dan puji hanya untuk Tuhan saja dan manusia lain tak berhak mencacimaki aku. Aku bersyukur atas hidupku. Itu saja.
mimi item
"niat tulus tapi di balas dengan pikiran negatif, baik lah... tak apa-apa.... huuuufffT....:D"

ini status sobat saya hari ini, saya klik like tanpa komen untuk sok eksis. hhee.

trus dia balas komen dengan logat melayu nya yang kental :

"ngape ko thumbs mi..???
hidup PAHIT,, pahit HIDUP
jadi kesimpulan nya apa mi..???"

hidup itu seperti pil kina, kita ini manusia yang kena malaria.
pil itu pahit. gak kita telan, kita makin sakit. kita telan setengah lalu dimuntahkan, kita gak sembuh tapi udah ngerasa pahit. jadi ya memang sudah seharusnya kayak gini pahitnya. kalo sudah sembuh lalu terasa manis. maniss seperti madu. aku yakin begitu karena Tuhan yang menciptakan kita, pasti tahu juga menciptakan jalan keluar untuk setiap masalah kita., semangat. semangatt. jujur semangatku agak pudar. semangaaat boleh pudar tapi tidak padam. hehehehheeh.

#mimiwords 0 comment | edit post
mimi item
hari ini aku lelah

lelah dianaktirikan

lelah untuk berusaha mengerti

wahai pemilik kehidupan

apa mau-Mu?


#mimiwords , 0 comment | edit post
mimi item
kebenaran itu seperti terang
menelanjangi setiap sudut kegelapan
membuka setiap cadar kebohongan
dan menertawakan setiap wajah kemunafikan

dari sekian penduduk bumi,
mungkin nasib dan derita sedang memilih bercanda denganku saat ini,

mungkin hanya aku yang dianggapnya punya selera humor yang baik

namun, jauh dilubuk hatiku, kuteriakkan
"HIDUPKU BUKAN LELUCON"

mungkin arti soulmate sesungguhnya :
tidak bisa bersama, tapi juga tidak bisa berpisah
seperti magnet yang terus menarik satu sama lain
akan terus kembali sekalipun mencoba untuk lari
#mimiwords , 0 comment | edit post
mimi item
tiap hari ketemu orang-orang yang berbeda.
ramai. berisik. penuh.
tapi sebenarnya aku sendiri.
benar-benar sepi.
Hatiku kembali melemah. aku lelah. lelah menangis, lelah marah,
lelah merasa gundah dan terengah-engah.
mengapa kenyataan hidup selalu menatapku pongah?
aku berharap dia bahagia.
kebahagiaan yang ku tak tahu seperti apa bentuknya.
sejak kapan kebahagiaan bisa berdiri diatas kesengsaraan orang lain?
sejak kapan kebagagiaan selalu berbanding lurus dengan penderitaan?
apakah satu kebahagiaan berarti satu lelehan air mata di tempat lain?

aku sekarang sadar
aku punya mata yang kejam
mulut yang pedas
tangan yang ringan
aku
wanita bad temper
aku mau berubah
melihat matanya yang teduh ketika mataku menghujam
melihat bibirnya ragu berucap ketika aku memuntahkan serapah
merasakan tangannya yang menghindari arogansiku
melukai harga dirinya
aku sadar
sikapku membuatnya tidak berarti
sungguh berarti sesungguhnya dirimu
janji hatiku, aku mau berubah
terimakasih wahai bijak
terimakasih karena menemukan kekuranganku :)


lanjutkan hidup
#mimiwords , 0 comment | edit post