mimi item
Betapa ketulusan bisa menjadi teramat konyol. Hasrat yang berlebih bisa berakibat fatal. Percaya membabi buta pada pihak asing bisa jadi senjata makan tuan. Strategi. Kemandirian. Itu dia kuncinya. 29.

Konon, kita memang tidak pernah tahu akan bertemu dengan siapa hari ini atau esok lusa. Hidup memang aneh. Banyak penjelasan dalam ketidakjelasan. 30.

Menemukan makna hidup selagi masih hidup. itulah kebahagiaan yang sesungguhnya. 47.

Diantara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek, hanya satu yang sanggup berkata lain : dirinya sendiri. Dan lihatlah, ini bukan hasil pujian kiri-kanan, melainkan usahanya sendiri untuk tahu dirinya cantik. Tahu, tanpa perlu banyak usaha lagi. Semua dengan sendirinya. 62.

tunggu sampai saya bikin sekolah sendiri. sekolah yang kasih ilmu, bukan kasih titel. 69.

Lalu idiot mana yang menulis : love shall set you free?!. Tadinya saya pikir, cinta seharusnya adalah tiket menuju kebebasan, bukan pengorbanan. Agaknya konsep itu terlalu utopis, ya?. 33. ... tercenung, mungkin memang begini adanya. Cinta itu tidak membebaskan. Konsep itu memang utopis. Cinta itu tirani. Ia membelenggu. Menggiringnya ke lorong panjang pengorbanan. Dengan tak berdaya. Kesemuanya itu berlutut di hadapan mahligai agung sebuah hiper-candu bernama Cinta. Membuat dirinya terasa sangat remeh. Tak berarti. 79.

Kebahagiaan dan kesedihan kejar mengejar bagai dua hantu penasaran. Dan Sang Waktu adalah si Pak Tua yang cuma diam mengamati, angkuh memegangi bandul detiknya yang tak berkompromi. 86.

Romantisme itu cuma metafora, dan metafora adalah saput yang melapisi inti kebenaran. Tidak setuju! Romatisme adalah aspek penting dari cinta. Kamu tidak merasa Tuhan itu romantis? Kok Tuhan sih contohnya. Tuhan kan Maha Segalanya. Ya, jelas Dia Maha Romantis juga.95. Tapi kalo Tuhan Maha Segalanya, berarti Tuhan juga Maha Tidak Romantis. Oke, titik tengah : Romantisme hanya bentuk ekspresi. Aku selalu merasa Cinta itu dipromosikan salah. Satu item dengan setumpuk katalog yang berbeda. Mubazir! Yang ada malah orang-orang miskonsepsi tentang apa artinya Cinta. 105. Cinta bisa dipraktekkan macam-macam. Ada yang saling membenci karena Cinta. Ada yang bunuh-bunuhan karena Cinta. Perangan atas nama Cinta. Gila, jadi substansi apa itu sebenarnya?! Cinta adalah energi dasar. Tunggal. Kebencian pun berasal dari energi yang sama, hanya ia mengalami saturasi. Dan semua pemilahan kategori cinta sesungguhnya adalah zat yang sama kadar polusi berbeda-beda. Polusi itu tercipta di pikiran kita. Jadi, apabila pemilahan-pemilahan tadi lenyap, maka yang ada hanyalah... mengalami. Cinta adalah mengalami. Bukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup, mengapa kita mati, mengapa kita jatuh cinta, berkeluarga, beranak pinak, mengapa ini dan itu... semuanya adalah pengalaman. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar.106. Lalu, cinta seperti apa yang orang-orang miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi maha megah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain, seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi-buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa arti semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji? 132. Mempertanyakan diri sendiri. Satu-satunya pertanyaan yang ada.

Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampa, seakan-akan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa. Lalu mereka mencari, mencari dan mencari. Keluar dari inti mereka sendiri, dan kemudian tersesat. Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefenisikan "sesuatu" yang hilang itu, yang kebanyakan mereka anggap berada di "luar" sana. Manusia memang seolah-olah didesain untuk menunaikan satu misi : mencari tahu asal usul mereka. Demi kembali merasakan keutuhan itu, yang niscaya akan membuat mereka berhenti merasa kecil dan teralienasi di tengah megah jagat raya.138. Lihat denga cara lain. Berhentilah merasa hampa. Berhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Berhentilah berteriak-teriak ke sesuatu di luar sana. Berhentilah bertingkah mencari ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. Apa yang dibutuhkan semuanya telah tersedia. Tidak ada seorang pun yang mampu melengkapi apa yang sudah utuh. Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain. Tinggal kemauan untuk menyadarinya atau tidak. Temukan kenop, dan putar. 139.

Ada perbedaan besar antara memperbaiki dan menyesali. Apa bedanya memperbaiki sesuatu di atas penyesalan, atau di atas perasaan sesal yang bahkan belum terjadi. Tidak ada. Selama masih terbayang-bayang oleh dua ketakutan itu, tidak akan kemana-mana. Pembaharuan hadir setiap detik. Perbaikan terjadi setiap saat, tapi ketakutan-ketakutan tadilah yang justru menghancurkan. Setiap saat bisa terbang, asalkan benar-benar percaya akan pembaharuan yang hadir. Menikmati momentum yang datang. Tanpa ekspektasi apa-apa. Ada satu yang pasti dalam hidup, yaitu ketidakpastian. Hanya satu yang patut diharapkan datang, yaitu yang tidak diharapkan. Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak, lalu stagnansi hanya karena aku berkeras atas sesuatu yang sebenarnya harus berubah. Berhenti juga menilai baik-buruk dari apa pun. Bukan untuk itu aku hidup. Aku adalah pengamat dan penikmat. Bukan hakim. 160.

Kiamat adalah lidah kehancuran yang menjilati tandas sebuah piring tanpa sisa. Tak ada lagi remah. Tak ada dedak yang dibiarkan bertengger. Semua bersatu dalam maha enzim yang mencerna jagat. Kiamat adalah ledakan sunyi yang menghisap semua, termasuk jejak kehancuran yang dibuatnya. Dan ternyata kiamat itu punya edisi khusus. Kiamat personal. 165.

Kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. 178.
Matilah terhadap segala yang kau ketahui. 179
Matilah sebelum mati.
Karena kematianmu adalah kemerdekaanmu. 180.

Mungkinkah keputusan hidup dan mati tadi benar-benar di tangan kita, dalang cerita? Pertanyaannya bukan siapa yang menentukan siapa, tapi rencana itulah yang sudah ada. Sama halnya dengan terjebak di pertanyaan 'ayam atau telur'. Selama kamu masih di dalam sistem, kamu akan terus berputar mengikuti hierarki ayam-telur yang tak ada habisnya itu. Tapi kalau kamu melihat dari luar sistem, maka yang kamu lihat adalah rencana besar tentang spesies yang bernama Ayam, dan tidak terjebak runutannya. Rencana itu sendiri berada di level yang tidak terganggu-gugat. The inviolate level. 188.

Fakta berbicara, sejarah mencatat. Whatever suits you. Menertawakan hidup - tak ada lagi momen yang lebih menyenangkan. Salah satu kapabilitas agung milik manusia dari Sang Penciptanya Yang Maha Humoris. 195.

Itulah koevolusi. Kemampuan makhluk hidup untuk mengubah konteks : yang semula menjadi musuh akhirnya menjadi teman, dan perubahan itu menciptakan kehidupan baru. Percayalah, ini tidak hanya terjadi di level fisik, tapi juga mental. Ketika bakteri primitif saja mampu mengubah konteks, tidakkah kamu heran terhadap manusia-manusia yang menyerah begitu saja dengan keadaan? Padahal kemampuan itu nyata-nyata diberikan di setiap level kehidupan, dari mulai makhluk bersel tunggal sampai makhluk bersel tak terhitung jumlahnya... kita. 197.

Aku merasa ganjil akhir-akhir ini. Mendadak jadi banyak hal kecil yang menarik perhatianku. Detail yang seharusnya tidak ada, tapi jadi ada, dan aku mengagumi semuanya. Aneh kan? Coba lihat di luar sana, kehidupan sesungguhnya dipegang tukang-tukang dagang. Mereka punya aneka pasar yang lebih atraktif, dinamis. Mereka cuma menyewa tempat, atau malah mereka yang disewa? Tidak jelas lagi. Di dunianya tukang dagang, menurutmu apa yang kira-kira berperan jadi tuhan? Uang, tentu saja. Dan para pelaku pasar adalah evangelisnya. Kalau ada proses evolusi yang bisa kita rekam dari awal, maka itu tidak lain adalah evolusi uang. Uang sebagai sebuah ide telah berevolusi dengan sangat menakjubkan. Dan tidak ada rahim yang lebih nyaman dibandingkan kapitalisme. Lihat saja, dari sekian banyak sistem ekonomi, uang telah menyeleksi kapitalisme sebagai sistem yang sanggup bertahan, beradaptasi dengan zaman. Survival of the fittest. Dan lewat sistem itu, ia bermutasi menjadi virus-virus yang lebih canggih. Lebih imun. Lebih pintar. Bahkan kalau dipikir-pikir lagi, uang sudah memiliki banyak sifat-sifat ilahiah. Katakanlah, seorang "atheis uang" yang menolak mentah-mentah segala bentuk materi sekalipun sebenarnya tidak bisa lepas seratus persen. Uang tidak terelakkan. Ia sudah menjadi konteks besar dan hadir dalam macam-macam format; kertas, koin, saham, logam mulia, tanah, hutan rimba, tubuh, imaji, citra. Uang ternyata sudah begitu universal. Menyaingi musik dan matematik. Dan setiap hari, manusia saling tukar pelajaran tentang uang, bahkan mengajarkannya ke anak-anak sedini mungkin.Begitu sesorang mengenal konsep uang, maka ia menjadi taksi yang ditancapi argometer. Mendadak ia mulai menghitung, mengukur dan menaksir apa pun yang dilewatinya. Kecuali yang satu itu...Keajaiban. 198.

Sesungguhnya semua -kekosongan- tadilah yang memgang jalan cerita. Dan kebanyakan dari kita hanya mampu merasakan residunya saja, yakni konflik. Kita yang tidak sadar, cuma akan menjadi bulan-bulanan. Maka izinkanlah saya memberi tips ekstra : Pertama-tama, terimalah kenyataan bahwa segala sesuatunya relatif. Perkembangan sains, teologi, filsafat, semakin hari semakin menunjukkan signifikansi bahwa kita memang hidup dalam alam serba relatif. Konflik baru berakhir ketika kita berada di titik nol. titik nadir. dengan demikian kita melihat kubu-kubu di sekitar kita tanpa menjadi obyek permainannya. Hidup yang serba keras ini seketika menjadi taman bermain. Mengertilah mekanisme sesungguhnya, melihat dengan dua sudut pandang : sudut pandang sutradara dan sudut pandang aktor. Hidup ini penuh kabut menyesakkan yang ingin, bahkan menunggu, untuk kita singkap. Ini bukan perjalanan yang mulus, namun ini perjalanan kita untuk menemukan DIRI. Bangun dari kematian ini. 216.

Dan eksistensi kita habis di halaman terakhir bukunya. Setidaknya aku tamat dalam rasa cinta. 225.

Saya bukan guru, anda bukan murid.
Saya hanya pembeber fakta.
Perunut jaring laba-laba.
Pengamat simpul-simpul dari untaian benang perak yang tak terputus. 1.
0 Responses