KINGDOM : RAJA BATAK
PHYLUM : RAJA ISUMBAON
DIVISIO : SORIMANGARAJA
CLASS : TUAN SORBADIBANUA
ORDO : NAIPOSPOS
FAMILY : MARBUN
GENUS : BANJARNAHOR
SPECIES : MIAN HOTMIDA
hehehe
mimi item
mimi item
Malam ini aku berpikir. Setiap hari, terkadang bertemu orang yang sama, terkadang bertemu orang yang hanya sepintas lalu. Namun, beberapa dari mereka, entah mereka mengenal satu sama lain atau tidak, memiliki persamaan dan juga perbedaan tentunya. Begini, aku berpikir untuk mengelompokkan mereka dalam dua tipe yaitu dalam memandang cara mensyukuri hidup dalam perilaku para ciptaan ini.
Tipikal manusia pertama adalah orang yang 'nrimo', pasrah, mengalir mengikuti arus kehidupan. Perilaku mereka cenderung terpuji. Tenang. Tanpa riak. Tanpa masalah. Dalam pikiran mereka Tuhan adalah donatur tetap sepanjang akhir hayat. Mereka menunggu dan menerima saja apa yang telah telah di berikan oleh Sumber Pemberi Rahmat Yang Maha Tahu Apa Yang Mereka Perlukan. Pribadinya cenderung menyenangkan, menyenangkan hati Sang Pencipta juga sesamanya. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kaum Penerima. PUja-puji sering mengikuti hidup kaum ini. Kata-kata ampuh yang mereka sering ucapkan adalah "Biar sajalah Tuhan yang atur" atau "Ini memang sudah suratan nasibku" atau kata-kata yang cenderung bernada lembut nan pasrah, bla.. bla...
Tipikal manusia kedua adalah 'Sang Pemberontak', tidak cukup puas atas apa yang sudah ada, melawan arus tenang yang mereka anggap menghanyutkan. Hidup bertemankan badai. Masalah menjadi sahabat sehari-hari. Selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang telah diberikan pada mereka. Tuhan adalah Panglima tertinggi, dan mereka adalah para kopral yang harus berusaha naik pangkat dengan berusaha melakukan usaha terbaik yang mereka punya. Pribadinya cenderung berkompetensi dalam kehidupan. Terkadang menyakitkan diri sendiri, terkadang menyakitkan hati sesama, bahkan terkadang mengecewakan Sang Panglima. Kaum Pejuang. Sering di cacimaki. Di mulut mereka sering terucapkan "Kalau dia bisa, kenapa aku nggak?" atau "Aku belum sepenuhnya melakukan yang terbaik yang kubisa!" atau kata-kata bernada arogan plus menantang, bla..bla...
Tipikal manusia pertama jika bertemu dengan tipikal manusia kedua berpikir : "Nih anak tak tau diri, gak pandai bersyukur, tak pernah puas!"
Tipikal manusia kedua jika bertemu dengan tipikal manusia pertama berkata :
"Nih anak tak atau diri, gak pandai bersyukur, tak mau berusaha lebih keras"
Karena perbedaan perspektif tersebutlah, si orang pertama tidak cocok dengan si kedua. Mereka terkadang menyakiti satu sama lain. Cara mereka berbeda. Yang satu ke barat, yang satu ke timur. Tapi maukah kau lihat lebih dekat? Lihatlah, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mensyukuri hidup.
Pertanyaan dalam otakku sekarang adalah :
Sang Pemilik Kehidupan akan memilih cara siapa? Si tipikal pertama atau tipikal kedua?
Aku dimana? Siapa aku? Si manusia pertama atau manusia kedua? Atau bahkan bukan keduanya?
Ya,ya,ya Krisis jati diri di awal 20an memang wajar toh?
Siapapun aku, aku ini Mian Hotmida Banjarnahor. Tidak perlu puja-puji juga serapahmu namun berikan padaku saran dan kritik. Karena puja dan puji hanya untuk Tuhan saja dan manusia lain tak berhak mencacimaki aku. Aku bersyukur atas hidupku. Itu saja.
Tipikal manusia pertama adalah orang yang 'nrimo', pasrah, mengalir mengikuti arus kehidupan. Perilaku mereka cenderung terpuji. Tenang. Tanpa riak. Tanpa masalah. Dalam pikiran mereka Tuhan adalah donatur tetap sepanjang akhir hayat. Mereka menunggu dan menerima saja apa yang telah telah di berikan oleh Sumber Pemberi Rahmat Yang Maha Tahu Apa Yang Mereka Perlukan. Pribadinya cenderung menyenangkan, menyenangkan hati Sang Pencipta juga sesamanya. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kaum Penerima. PUja-puji sering mengikuti hidup kaum ini. Kata-kata ampuh yang mereka sering ucapkan adalah "Biar sajalah Tuhan yang atur" atau "Ini memang sudah suratan nasibku" atau kata-kata yang cenderung bernada lembut nan pasrah, bla.. bla...
Tipikal manusia kedua adalah 'Sang Pemberontak', tidak cukup puas atas apa yang sudah ada, melawan arus tenang yang mereka anggap menghanyutkan. Hidup bertemankan badai. Masalah menjadi sahabat sehari-hari. Selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang telah diberikan pada mereka. Tuhan adalah Panglima tertinggi, dan mereka adalah para kopral yang harus berusaha naik pangkat dengan berusaha melakukan usaha terbaik yang mereka punya. Pribadinya cenderung berkompetensi dalam kehidupan. Terkadang menyakitkan diri sendiri, terkadang menyakitkan hati sesama, bahkan terkadang mengecewakan Sang Panglima. Kaum Pejuang. Sering di cacimaki. Di mulut mereka sering terucapkan "Kalau dia bisa, kenapa aku nggak?" atau "Aku belum sepenuhnya melakukan yang terbaik yang kubisa!" atau kata-kata bernada arogan plus menantang, bla..bla...
Tipikal manusia pertama jika bertemu dengan tipikal manusia kedua berpikir : "Nih anak tak tau diri, gak pandai bersyukur, tak pernah puas!"
Tipikal manusia kedua jika bertemu dengan tipikal manusia pertama berkata :
"Nih anak tak atau diri, gak pandai bersyukur, tak mau berusaha lebih keras"
Karena perbedaan perspektif tersebutlah, si orang pertama tidak cocok dengan si kedua. Mereka terkadang menyakiti satu sama lain. Cara mereka berbeda. Yang satu ke barat, yang satu ke timur. Tapi maukah kau lihat lebih dekat? Lihatlah, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mensyukuri hidup.
Pertanyaan dalam otakku sekarang adalah :
Sang Pemilik Kehidupan akan memilih cara siapa? Si tipikal pertama atau tipikal kedua?
Aku dimana? Siapa aku? Si manusia pertama atau manusia kedua? Atau bahkan bukan keduanya?
Ya,ya,ya Krisis jati diri di awal 20an memang wajar toh?
Siapapun aku, aku ini Mian Hotmida Banjarnahor. Tidak perlu puja-puji juga serapahmu namun berikan padaku saran dan kritik. Karena puja dan puji hanya untuk Tuhan saja dan manusia lain tak berhak mencacimaki aku. Aku bersyukur atas hidupku. Itu saja.
mimi item
pagi ini di pesbukku, ada yang ngetag notes khusus untuk ku. horeeeeee. hehe
dari kak berti. jujur aku lagi sedih banget. Masih gak jelas lulus apa kagak di tahap terakhir di BUMN yang emang ku impikan, bikin semangat labil dan hati ketar ketir. hiksss. gini ku posting ulang notesnya :
mian hotmida boru marbun banjarnahor....
heheeee....
semangat sista....
^____^
orang selalu bilang "sukses" itu :
- punya pekerjaan yg oke, di perusahaan gede, salary nya oke BGT, bisa buat SINAMOT, heheee....:D
- lalu punya pasangan hidup yg ganteng/cantik, atau mungkin tajir, bisa menikah dengan kemewahan, bisa potong sapi untuk tudutudu sipanganon, pokok nya menurut orang lain orang tuh beruntung BGT dpt pasangan seperti itu... :D
- lalu bisa shopping2, punya mobil & rumah mewah...:D
tapi aku jawab "tidak" mian.... karena :
- saat mian punya pekerjaan hebat, aku yakin mian pasti di sibukkan dengan pekerjaan, terlalu sibuk mengejar pekerjaan, sampe2 saTe nya selalu kelupaan karena capek di kantor. punya salary yg oke, mungkin bisa membuat mian tidak murah senyum seperti sekarang...:) dan yakin kah mian kalo mian bahagia..??
- punya PH yg oke..?? yakin mian bahagia, karena mian mendapatkan nya karena dia godang hepeng, punya pesta pernikahan yg hebat layak nya putri tapi besok setelah menikah langsung berantem, cpt merit karena mengejar target usia, keinginan ortu dan lain-lain nya, tapi yakin mian bahagia...??
- bisa belanja sana sini, punya segala nya, yakin mian bahagia..?? mungkin iya, tapi ada damai sejahtera....???
mian hotmida banjarnahor...:D
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-NYA, maka semua akan di tambah kan kepada mu...
tapi walo qta tidak bisa sukses seperti orang lain, punya PH yg buat orang iri, atau apa lah itu namanya... tapi saat mian bisa BERSYUKUR, yakin lah itu lebih sangat-sangat-sangat membahagiakan...
hayo miaaaan... mana semangat mu... fire - fire - fire.....
mungkin terlihat munafik mian, tapi aku pernah merasakan apa yg mian rasa kan, tapi waktu aku belajar bersyukur dan menerima segala nya, tidak IRI dan EGOIS... aku bisa smile seperti saat ini mian...:D
punya boNyok yg skrng.. walo msh ttp cerewis...:D
punya kaka dan abang dan ponakan yg lucu...:D
punya mr.pdp marbun, walo kecil, salary nya biasa aja, tapi dia mengerti aku, bisa saling sharing, memeluk saat aku menangis, walo dia tidak sama sekali romantis, tapi aku bahagia...:D
punya seluruh pahoppu SITOMPUL (adik2, pariban2 ku, kaka2 & abang2 ku)... :D
punya teman2 seiman... walo sekarang tidak seperti kuliah, bisa sharing kapan saja, tapi saat qta sms mereka, mereka masih meladeni kita...
& semua orang yg sayang pada ku...
masih banyak yang bisa kita syukuri mian... smilE...
so..........
semangat.... semangat.... semangaTTTT....
love u sista..umuach....:-*
see, indahnya punya saudara.
tapi sayangnya banyak yang mengira aku diumur 22 belum menemukan pengganti kekasih karena standar lelaki terlalu tinggi. banyak yang mengira aku di umur yang muda ini bekerja keras untuk uang saja. bukan kawan. bukan.
aku posting ulang notes yang kupublish di pesbukku " I wanna be rich!" Thursday, June 17, 2010 at 11:06pm
Aku mau nulis tapi bingung mau nulis apa,nulis ini aja deh. aku mulai gak suka ngobrol sama lelaki yang diomongin kotbah tentang kritik dan saran atas pekerjaan. 'Kamu kan wanita, pulang malam, kenapa sih kerja sibuk mulu? blah blah blah. Kenapa aku harus bekerja dan punya duit, ada suatu bayak kisah yang melatarbelakangi...
salah satunya kisah pagi ini. Pagi ini, ada lagi seorang Bapak baik hati yang mau pinjam duit sama ku, anaknya mau operasi tiga hari lagi. Dia tau aku gak punya duit, dia hanya mau didengarkan dan tampak jelas bahwa seseorang harus meringankan bebannya.
Dan sedihnya…
Saya tidak punya banyak uang untuk menghilangkan bebannya kali ini….
Saya seperti pistol tanpa amunisi sama sekali.
Seperti ingin berteriak, tapi tak memiliki suara.
Seperti ingin berlari, tapi tak mempunyai kaki.
I wanted to help him…
But I couldn’t!
Hhh…
Di detik itu juga, saya berbisik di dalam hati… I want to be rich…!
Seketika itu juga, saya memiliki keinginan yang tak pernah terlintas sebelumnya di dalam pikiran saya. Menjadi orang yang kaya, tidak pernah menjadi cita-cita. Saya hanya ingin menjadi seseorang yang hidup berkecukupan. Materi bukanlah hal yang penting, asal saya menikmati rejeki yang halal. Tidak perlu rumah mentereng dan mobil mewah… yang saya butuhkan adalah hati yang nyaman dan damai. Tidak perlu materi berlebih untuk memanjakan saya… yang saya butuhkan adalah hati yang teduh.
Being a rich woman was never on my list.
Yes. Not until that day.
Ketika melihat seorang Bapak yang begitu baiknya kepada saya, yang sering menasehati saya, yang selalu menghibur setiap saya sedang menghadapi masalah… bercerita panjang lebar tentang kesulitan keuangan yang menimpanya… ah… How I wish I were a rich woman… yang bisa dengan ringannya mengeluarkan selembar cek kosong dan bertanya padanya, “Pak, butuh berapa?” Lalu menuliskan apapun angka yang disebutkan olehnya, menyobeknya, dan memberikan padanya sambil bilang, “Kapanpun Bapak butuh duit, minta aku aja, Pak…“
Saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…
Yang memiliki materi berlimpah dan bisa membantu siapa saja yang membutuhkan biaya.
Seorang Pasien yang butuh operasi tapi tidak punya dana…. I will help them… all..!
Seorang teman yang kehilangan rumah peninggalan orang tuanya karena harus disita oleh Bank… I will cover any debts!
I want to be a very, very rich but generous woman, yang bisa membuka lapangan kerja buat banyak orang, sehingga tidak ada anak-anak kecil yang bekerja di pinggir jalan, menjadi seorang penjaja koran, pengemis, atau mengelap kaca depan mobil! Biarlah mereka merasakan nikmatnya bermain seperti layaknya anak-anak… Biarlah ibu bapaknya bekerja kepada saya dan saya memberikan rejeki yang sangat melimpah buat mereka sehingga tak perlu menyuruh anak-anak mereka ikut mengais rejeki!
God, how I want to be that woman…
How I want to be rich!!
Tapi kemudian, setelah curhat dengan seorang temen, tentang bagaimana saya merasa sesak nafas seketika karena ingin membantu seseorang tapi tidak mampu, tentang bagaimana kemudian saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…
Dengan bijaknya, dia berkata, “Bantu doa, Sis…“
Doa.
Doa saja!
Kalau memang memiliki rejeki berlebih, ya berikan, bagikan.
Tapi jika tida, panjatkan doa kepada Allah, agar Bapak (atau siapapun dia) bisa menjalani semua ini dengan baik… Agar selalu dibuka pintu rejeki… Agar selalu dekat dengan sang Pencipta… Agar selalu mempercayai bahwa Allah tidak pernah memejamkan atau bahkan mengedipkan mataNya. Allah selalu terjaga. Allah terlalu menyayangi kita sehingga rela tidak pernah tidur untuk selalu menjaga kita…
Berangsur-angsur, rasa sesak di dada saya melonggar. Ketidakmampuan saya dalam menolong bukan berarti saya tidak bisa melakukan apa-apa.
Dan ya.
Saya masih mampu untuk melakukan itu semua…
Ah,
Bapak…
Doakan anakmu ini supaya tidak terlupa akan janjinya jika suatu saat kelak saya bisa melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar memberikan ...
Doakan anakmu ini supaya kelak tidak menjadi manusia yang besar kepala dan takabur akan keberhasilannya..
Tangkap kaki-kaki saya kalau sedang melayang-layang terlalu tinggi dan tak mau menjejak tanah lagi.
Ya, Pak, ya….
Jangan lupa ya?
*aku jadi ingat obrolan ku dengan Denis Romulus Sirait sewaktu makan malam setelah pulang gereja yang kesimpulan pembicaraannya adalah "Mian (juga Denis) perlu lebih dari cukup untuk mencukupi orang lain"
btw, kapan bisa ke panti asuhan lagi ya?
------------------------------------------
aku bukan cewe matre kawan
aku cuma mau mengoptimalkan potensi diriku
aku bukan cewe yang liat rupa kawan
aku cuma menunggu waktu Tuhan menyatukan ku dengan belahan hatiku
^_^
dari kak berti. jujur aku lagi sedih banget. Masih gak jelas lulus apa kagak di tahap terakhir di BUMN yang emang ku impikan, bikin semangat labil dan hati ketar ketir. hiksss. gini ku posting ulang notesnya :
mian hotmida boru marbun banjarnahor....
heheeee....
semangat sista....
^____^
orang selalu bilang "sukses" itu :
- punya pekerjaan yg oke, di perusahaan gede, salary nya oke BGT, bisa buat SINAMOT, heheee....:D
- lalu punya pasangan hidup yg ganteng/cantik, atau mungkin tajir, bisa menikah dengan kemewahan, bisa potong sapi untuk tudutudu sipanganon, pokok nya menurut orang lain orang tuh beruntung BGT dpt pasangan seperti itu... :D
- lalu bisa shopping2, punya mobil & rumah mewah...:D
tapi aku jawab "tidak" mian.... karena :
- saat mian punya pekerjaan hebat, aku yakin mian pasti di sibukkan dengan pekerjaan, terlalu sibuk mengejar pekerjaan, sampe2 saTe nya selalu kelupaan karena capek di kantor. punya salary yg oke, mungkin bisa membuat mian tidak murah senyum seperti sekarang...:) dan yakin kah mian kalo mian bahagia..??
- punya PH yg oke..?? yakin mian bahagia, karena mian mendapatkan nya karena dia godang hepeng, punya pesta pernikahan yg hebat layak nya putri tapi besok setelah menikah langsung berantem, cpt merit karena mengejar target usia, keinginan ortu dan lain-lain nya, tapi yakin mian bahagia...??
- bisa belanja sana sini, punya segala nya, yakin mian bahagia..?? mungkin iya, tapi ada damai sejahtera....???
mian hotmida banjarnahor...:D
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-NYA, maka semua akan di tambah kan kepada mu...
tapi walo qta tidak bisa sukses seperti orang lain, punya PH yg buat orang iri, atau apa lah itu namanya... tapi saat mian bisa BERSYUKUR, yakin lah itu lebih sangat-sangat-sangat membahagiakan...
hayo miaaaan... mana semangat mu... fire - fire - fire.....
mungkin terlihat munafik mian, tapi aku pernah merasakan apa yg mian rasa kan, tapi waktu aku belajar bersyukur dan menerima segala nya, tidak IRI dan EGOIS... aku bisa smile seperti saat ini mian...:D
punya boNyok yg skrng.. walo msh ttp cerewis...:D
punya kaka dan abang dan ponakan yg lucu...:D
punya mr.pdp marbun, walo kecil, salary nya biasa aja, tapi dia mengerti aku, bisa saling sharing, memeluk saat aku menangis, walo dia tidak sama sekali romantis, tapi aku bahagia...:D
punya seluruh pahoppu SITOMPUL (adik2, pariban2 ku, kaka2 & abang2 ku)... :D
punya teman2 seiman... walo sekarang tidak seperti kuliah, bisa sharing kapan saja, tapi saat qta sms mereka, mereka masih meladeni kita...
& semua orang yg sayang pada ku...
masih banyak yang bisa kita syukuri mian... smilE...
so..........
semangat.... semangat.... semangaTTTT....
love u sista..umuach....:-*
see, indahnya punya saudara.
tapi sayangnya banyak yang mengira aku diumur 22 belum menemukan pengganti kekasih karena standar lelaki terlalu tinggi. banyak yang mengira aku di umur yang muda ini bekerja keras untuk uang saja. bukan kawan. bukan.
aku posting ulang notes yang kupublish di pesbukku " I wanna be rich!" Thursday, June 17, 2010 at 11:06pm
Aku mau nulis tapi bingung mau nulis apa,nulis ini aja deh. aku mulai gak suka ngobrol sama lelaki yang diomongin kotbah tentang kritik dan saran atas pekerjaan. 'Kamu kan wanita, pulang malam, kenapa sih kerja sibuk mulu? blah blah blah. Kenapa aku harus bekerja dan punya duit, ada suatu bayak kisah yang melatarbelakangi...
salah satunya kisah pagi ini. Pagi ini, ada lagi seorang Bapak baik hati yang mau pinjam duit sama ku, anaknya mau operasi tiga hari lagi. Dia tau aku gak punya duit, dia hanya mau didengarkan dan tampak jelas bahwa seseorang harus meringankan bebannya.
Dan sedihnya…
Saya tidak punya banyak uang untuk menghilangkan bebannya kali ini….
Saya seperti pistol tanpa amunisi sama sekali.
Seperti ingin berteriak, tapi tak memiliki suara.
Seperti ingin berlari, tapi tak mempunyai kaki.
I wanted to help him…
But I couldn’t!
Hhh…
Di detik itu juga, saya berbisik di dalam hati… I want to be rich…!
Seketika itu juga, saya memiliki keinginan yang tak pernah terlintas sebelumnya di dalam pikiran saya. Menjadi orang yang kaya, tidak pernah menjadi cita-cita. Saya hanya ingin menjadi seseorang yang hidup berkecukupan. Materi bukanlah hal yang penting, asal saya menikmati rejeki yang halal. Tidak perlu rumah mentereng dan mobil mewah… yang saya butuhkan adalah hati yang nyaman dan damai. Tidak perlu materi berlebih untuk memanjakan saya… yang saya butuhkan adalah hati yang teduh.
Being a rich woman was never on my list.
Yes. Not until that day.
Ketika melihat seorang Bapak yang begitu baiknya kepada saya, yang sering menasehati saya, yang selalu menghibur setiap saya sedang menghadapi masalah… bercerita panjang lebar tentang kesulitan keuangan yang menimpanya… ah… How I wish I were a rich woman… yang bisa dengan ringannya mengeluarkan selembar cek kosong dan bertanya padanya, “Pak, butuh berapa?” Lalu menuliskan apapun angka yang disebutkan olehnya, menyobeknya, dan memberikan padanya sambil bilang, “Kapanpun Bapak butuh duit, minta aku aja, Pak…“
Saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…
Yang memiliki materi berlimpah dan bisa membantu siapa saja yang membutuhkan biaya.
Seorang Pasien yang butuh operasi tapi tidak punya dana…. I will help them… all..!
Seorang teman yang kehilangan rumah peninggalan orang tuanya karena harus disita oleh Bank… I will cover any debts!
I want to be a very, very rich but generous woman, yang bisa membuka lapangan kerja buat banyak orang, sehingga tidak ada anak-anak kecil yang bekerja di pinggir jalan, menjadi seorang penjaja koran, pengemis, atau mengelap kaca depan mobil! Biarlah mereka merasakan nikmatnya bermain seperti layaknya anak-anak… Biarlah ibu bapaknya bekerja kepada saya dan saya memberikan rejeki yang sangat melimpah buat mereka sehingga tak perlu menyuruh anak-anak mereka ikut mengais rejeki!
God, how I want to be that woman…
How I want to be rich!!
Tapi kemudian, setelah curhat dengan seorang temen, tentang bagaimana saya merasa sesak nafas seketika karena ingin membantu seseorang tapi tidak mampu, tentang bagaimana kemudian saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…
Dengan bijaknya, dia berkata, “Bantu doa, Sis…“
Doa.
Doa saja!
Kalau memang memiliki rejeki berlebih, ya berikan, bagikan.
Tapi jika tida, panjatkan doa kepada Allah, agar Bapak (atau siapapun dia) bisa menjalani semua ini dengan baik… Agar selalu dibuka pintu rejeki… Agar selalu dekat dengan sang Pencipta… Agar selalu mempercayai bahwa Allah tidak pernah memejamkan atau bahkan mengedipkan mataNya. Allah selalu terjaga. Allah terlalu menyayangi kita sehingga rela tidak pernah tidur untuk selalu menjaga kita…
Berangsur-angsur, rasa sesak di dada saya melonggar. Ketidakmampuan saya dalam menolong bukan berarti saya tidak bisa melakukan apa-apa.
Dan ya.
Saya masih mampu untuk melakukan itu semua…
Ah,
Bapak…
Doakan anakmu ini supaya tidak terlupa akan janjinya jika suatu saat kelak saya bisa melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar memberikan ...
Doakan anakmu ini supaya kelak tidak menjadi manusia yang besar kepala dan takabur akan keberhasilannya..
Tangkap kaki-kaki saya kalau sedang melayang-layang terlalu tinggi dan tak mau menjejak tanah lagi.
Ya, Pak, ya….
Jangan lupa ya?
*aku jadi ingat obrolan ku dengan Denis Romulus Sirait sewaktu makan malam setelah pulang gereja yang kesimpulan pembicaraannya adalah "Mian (juga Denis) perlu lebih dari cukup untuk mencukupi orang lain"
btw, kapan bisa ke panti asuhan lagi ya?
------------------------------------------
aku bukan cewe matre kawan
aku cuma mau mengoptimalkan potensi diriku
aku bukan cewe yang liat rupa kawan
aku cuma menunggu waktu Tuhan menyatukan ku dengan belahan hatiku
^_^
mimi item
mimi item
"niat tulus tapi di balas dengan pikiran negatif, baik lah... tak apa-apa.... huuuufffT....:D"
ini status sobat saya hari ini, saya klik like tanpa komen untuk sok eksis. hhee.
trus dia balas komen dengan logat melayu nya yang kental :
"ngape ko thumbs mi..???
hidup PAHIT,, pahit HIDUP
jadi kesimpulan nya apa mi..???"
hidup itu seperti pil kina, kita ini manusia yang kena malaria.
pil itu pahit. gak kita telan, kita makin sakit. kita telan setengah lalu dimuntahkan, kita gak sembuh tapi udah ngerasa pahit. jadi ya memang sudah seharusnya kayak gini pahitnya. kalo sudah sembuh lalu terasa manis. maniss seperti madu. aku yakin begitu karena Tuhan yang menciptakan kita, pasti tahu juga menciptakan jalan keluar untuk setiap masalah kita., semangat. semangatt. jujur semangatku agak pudar. semangaaat boleh pudar tapi tidak padam. hehehehheeh.
ini status sobat saya hari ini, saya klik like tanpa komen untuk sok eksis. hhee.
trus dia balas komen dengan logat melayu nya yang kental :
"ngape ko thumbs mi..???
hidup PAHIT,, pahit HIDUP
jadi kesimpulan nya apa mi..???"
hidup itu seperti pil kina, kita ini manusia yang kena malaria.
pil itu pahit. gak kita telan, kita makin sakit. kita telan setengah lalu dimuntahkan, kita gak sembuh tapi udah ngerasa pahit. jadi ya memang sudah seharusnya kayak gini pahitnya. kalo sudah sembuh lalu terasa manis. maniss seperti madu. aku yakin begitu karena Tuhan yang menciptakan kita, pasti tahu juga menciptakan jalan keluar untuk setiap masalah kita., semangat. semangatt. jujur semangatku agak pudar. semangaaat boleh pudar tapi tidak padam. hehehehheeh.
mimi item
malam ini aku bad mood banget.
aku patah hati.
layu sebelum berkembang.
celutukan abang angkatku, bg ocen "dia pasti udah punya pacar mi"
yap, aku juga berpikir begitu.
aku pernah cari namanya di facebook. ada beberapa nama yang sama.
lalu ada yang tanggal lahirnya sama. persis. dulu kupikir itu dia. sekarang aku mikir lagi, kalo emang dia, yah berarti udah berelationship.
yasudahlah.
pantesan sms gurauan ku gak pernah dibales
yasudahlah.
pantesan dia kaku banget samaku
yasudahlah.
ahhh...
gpplah.
lagian karir ku juga gak pantes sama dia
yah laki-laki perfect seperti dia, gak mungkin sama wanita serba biasa2 seperti aku kan?
hehehe
yasudahlah.
deactivated pesbuk ku hari ini ah.
bosen
tar kalo ketemu di gereja atau di perkantas aja lah kapankapan. =)
oya kau juga risau plus khawatir karena test
Tuhan, aku berdoa untuk test ku juga ya. beri kesehatan padaku ya. pliss sobat?
aku patah hati.
layu sebelum berkembang.
celutukan abang angkatku, bg ocen "dia pasti udah punya pacar mi"
yap, aku juga berpikir begitu.
aku pernah cari namanya di facebook. ada beberapa nama yang sama.
lalu ada yang tanggal lahirnya sama. persis. dulu kupikir itu dia. sekarang aku mikir lagi, kalo emang dia, yah berarti udah berelationship.
yasudahlah.
pantesan sms gurauan ku gak pernah dibales
yasudahlah.
pantesan dia kaku banget samaku
yasudahlah.
ahhh...
gpplah.
lagian karir ku juga gak pantes sama dia
yah laki-laki perfect seperti dia, gak mungkin sama wanita serba biasa2 seperti aku kan?
hehehe
yasudahlah.
deactivated pesbuk ku hari ini ah.
bosen
tar kalo ketemu di gereja atau di perkantas aja lah kapankapan. =)
oya kau juga risau plus khawatir karena test
Tuhan, aku berdoa untuk test ku juga ya. beri kesehatan padaku ya. pliss sobat?
mimi item
Berikut artikel tulisan Cesillia Ces, yang sangat luarbiasa, di copy paste dari Kompasiana (hari ini masuk sebagai Headlines):
Hari-hari ini kita disuguhkan berita yang mengharubirukan perasaan kita. Derita rakyat Palestina di Gaza yang dibombardir tentara Israel. Semua media meliputnya.
Semua perhatian fokus ke Palestina. Bangsa Indonesia termasuk yang sangat tergugah.
Demonstrasi di mana-mana. Kutukan kepada Israel disemburkan di setiap kesempatan.
Tak sungkan muslim Indonesia berbondong-bondong bersedia menjadi sukarelawan, bantuan pun mengalir untuk rakyat Palestina. Perasaan prihatin, marah melihat pembantaian, kemauan menolong sesama adalah sesuatu yang mulia. Tidak ada yang salah dengan perasaan sedih melihat suatu tragedi. Bagaimanapun kita tetap manusia.Tapi …Di bulan Mei 2008, AFP memberitakan penelitian yang dilakukan World Church Service yang mengungkapkan prosentase kasus malnutrisi di Timor Barat/NTT, bahkan lebih tinggi daripada di Afrika. Survei yang dilakukan terhadap 4,800 rumah tangga, 61.1 persen balita menderita gizi buruk yang kronis, bahkan 13.1 persen sudah dalam tahap akut. Berita Kompas Juni 2009 berdasarkan catatan Dinas Kesehatan NTT, di propinsi itu anak yang mengalami gangguan gizi buruk akut dan kronis hingga busung lapar mencapai 66.685 orang.
Sekitar 55% persen anak di Timor Barat/NTT, dari populasi 2 juta mengalami kurang berat badan dibandingkan dengan angka untuk benua Afrika secara keseluruhan, yaitu 21.9%.
Saya yakin banyak yang tidak tahu kenyataan yang memilukan ini. Kita heran mengapa tidak ada yang marah, tidak ada yang demontrasi, tidak ada yang mengorganisir pengumpulan dana secara besar-besaran. tidak ada yang mengutuk pemerintah yang gagal mengurus rakyat di depan matanya sendiri.
Lebih jauh lagi 80 juta orang masih hidup masih di bawah garis kemiskinan. Setengah lebih dari 235 juta orang hidup dengan penghasilan di bawah 2 dolar sehari.
Semua ini merupakan medan jihad. Semua ini benar-benar masalah besar. Semua ini menuntut demonstrasi, kutukan bagi pemerintah kita. Karena kemiskinan akan melahirkan semua keburukan yang ada di dunia ini. Mengapa kita bisa begitu tergugah untuk peristiwa yang jauh di mata sehingga menjadi dekat di hati, sementara peristiwa penting di depan mata bisa lolos dari perhatian kita?
Penelitian memang menunjukkan pikiran kita memang memiliki tempat yang bisa dimanipulasi, sehingga pikiran kita bisa berbelok ke sesuatu yang memiliki sensasi tinggi karena diberitakan secara luas dan kita bisa membayangkan tragedi yang mengerikan.
Tahukah anda bahwa orang yang mati karena ditimpa kelapa lebih besar daripada orang yang mati karena serangan ikan hiu? Setiap tahun di seluruh dunia 150 orang mati tertimpa kelapa. Sementara tahun 2002, 2003, 2004 “hanya” 14 orang yang mati karena diserang hiu. Mengapa media, bahkan film, selalu mengembar-gemborkan keganasan hiu, tapi sebaliknya tidak pernah mengembar-gemborkan keganasan kelapa? Mengapa tidak ada produser yang tertarik membuat film tentang pembunuhan oleh kelapa? Mengapa Steven Spielberg membuat Jaws, mengapa tidak membuat Coconut Killer?
Di Amerika, lebih banyak orang yang mati karena tenggelam di kolam renang di rumah daripada karena senjata api yang disimpan di rumah. Tapi mengapa orang lebih takut kepada senjata api, kalau faktanya kolam renang lebih berbahaya?
Sesungguhnya umat Islam di dunia juga telah berlaku tidak adil kepada saudara Muslim yang lainnya dengan selalu fokus pada Palestina.
Di dunia ini ada suku bangsa mayoritas Muslim yang sampai saat ini masih tak punya negara, yaitu bangsa Kurdi. Padahal bangsa ini pernah menyumbang tokoh besar, pahlawan perang Salib dari pihak Muslim, Salahuddin Al Ayyubi. Tanah bangsa ini tersebar di negara-negara Turki, Irak, Iran dan Syria. Suku Kurdi ini tertindas di mana-mana. Identitas mereka selalu dihinakan dan ditekan di negara-negara itu. Bahkan Saddam Hussein pernah menghilangkan 300.000 orang Kurdi antara tahun 1983 dan 1987. Baru-baru ini Pemerintah Turki menyerang mereka lagi.
Kalau Muslim di seluruh dunia selalu mengembar-gemborkan kemerdekaan Palestina, lalu mengapa tidak pada kemerdekaan Kurdi?
Penindas bangsa Kurdi itu mayoritas Muslim, sementara penindas Palestina itu yang katanya Yahudi. Dan Ada ayat Al Quran menyebutkan bahwa Muslim itu bersaudara, lalu seperti apakah jahatnya penindas saudara Muslimnya sendiri? Mengapa orang termasuk yang di Indonesia tidak pernah mengusik pemerintah Turki, Irak, Iran dan Syria yang dijalankan oleh mayoritas Muslim?
Mengapa nilai jual penderitaan bangsa Kurdi lebih kecil dibandingkan dengan penderitaan bangsa Palestina?
* * *
Otak kita gampang dimanipulasi oleh fakta sensasional. Pilihan sikap kita terkadang aneh, rancu dan tidak logis. Ketika melihat sebuah sensasi di luar sana, kita bisa melupakan keadaan diri sendiri yang terkadang lebih membutuhkan perhatian.
Kita tidak membela kejahatan, tidak mengabaikan peristiwa buruk di luar sana, tapi alangkah baiknya diri sendiri juga diperhatikan. Dan alangkah baiknya juga berlaku adil untuk suatu peristiwa yang sama.
Semoga penderitaan anak-anak NTT, rakyat Palestina, rakyat Kurdi dan penderitaan rakyat seluruh dunia segera berakhir. Dan semua orang bekerja sama membangun dunia yang lebih indah.
Salam
Cesillia Ces
NB: Dari catatan lama saya di Y!360, yang selalu saya posting kembali pada akhir Bulan Mei memasuki Bulan Juni, seperti kisah klasik perang Israel-Palestina yang selalu berulang kehebohannya pada akhir bulan Mei menuju Juni setiap tahunnya.
Hari-hari ini kita disuguhkan berita yang mengharubirukan perasaan kita. Derita rakyat Palestina di Gaza yang dibombardir tentara Israel. Semua media meliputnya.
Semua perhatian fokus ke Palestina. Bangsa Indonesia termasuk yang sangat tergugah.
Demonstrasi di mana-mana. Kutukan kepada Israel disemburkan di setiap kesempatan.
Tak sungkan muslim Indonesia berbondong-bondong bersedia menjadi sukarelawan, bantuan pun mengalir untuk rakyat Palestina. Perasaan prihatin, marah melihat pembantaian, kemauan menolong sesama adalah sesuatu yang mulia. Tidak ada yang salah dengan perasaan sedih melihat suatu tragedi. Bagaimanapun kita tetap manusia.Tapi …Di bulan Mei 2008, AFP memberitakan penelitian yang dilakukan World Church Service yang mengungkapkan prosentase kasus malnutrisi di Timor Barat/NTT, bahkan lebih tinggi daripada di Afrika. Survei yang dilakukan terhadap 4,800 rumah tangga, 61.1 persen balita menderita gizi buruk yang kronis, bahkan 13.1 persen sudah dalam tahap akut. Berita Kompas Juni 2009 berdasarkan catatan Dinas Kesehatan NTT, di propinsi itu anak yang mengalami gangguan gizi buruk akut dan kronis hingga busung lapar mencapai 66.685 orang.
Sekitar 55% persen anak di Timor Barat/NTT, dari populasi 2 juta mengalami kurang berat badan dibandingkan dengan angka untuk benua Afrika secara keseluruhan, yaitu 21.9%.
Saya yakin banyak yang tidak tahu kenyataan yang memilukan ini. Kita heran mengapa tidak ada yang marah, tidak ada yang demontrasi, tidak ada yang mengorganisir pengumpulan dana secara besar-besaran. tidak ada yang mengutuk pemerintah yang gagal mengurus rakyat di depan matanya sendiri.
Lebih jauh lagi 80 juta orang masih hidup masih di bawah garis kemiskinan. Setengah lebih dari 235 juta orang hidup dengan penghasilan di bawah 2 dolar sehari.
Semua ini merupakan medan jihad. Semua ini benar-benar masalah besar. Semua ini menuntut demonstrasi, kutukan bagi pemerintah kita. Karena kemiskinan akan melahirkan semua keburukan yang ada di dunia ini. Mengapa kita bisa begitu tergugah untuk peristiwa yang jauh di mata sehingga menjadi dekat di hati, sementara peristiwa penting di depan mata bisa lolos dari perhatian kita?
Penelitian memang menunjukkan pikiran kita memang memiliki tempat yang bisa dimanipulasi, sehingga pikiran kita bisa berbelok ke sesuatu yang memiliki sensasi tinggi karena diberitakan secara luas dan kita bisa membayangkan tragedi yang mengerikan.
Tahukah anda bahwa orang yang mati karena ditimpa kelapa lebih besar daripada orang yang mati karena serangan ikan hiu? Setiap tahun di seluruh dunia 150 orang mati tertimpa kelapa. Sementara tahun 2002, 2003, 2004 “hanya” 14 orang yang mati karena diserang hiu. Mengapa media, bahkan film, selalu mengembar-gemborkan keganasan hiu, tapi sebaliknya tidak pernah mengembar-gemborkan keganasan kelapa? Mengapa tidak ada produser yang tertarik membuat film tentang pembunuhan oleh kelapa? Mengapa Steven Spielberg membuat Jaws, mengapa tidak membuat Coconut Killer?
Di Amerika, lebih banyak orang yang mati karena tenggelam di kolam renang di rumah daripada karena senjata api yang disimpan di rumah. Tapi mengapa orang lebih takut kepada senjata api, kalau faktanya kolam renang lebih berbahaya?
Sesungguhnya umat Islam di dunia juga telah berlaku tidak adil kepada saudara Muslim yang lainnya dengan selalu fokus pada Palestina.
Di dunia ini ada suku bangsa mayoritas Muslim yang sampai saat ini masih tak punya negara, yaitu bangsa Kurdi. Padahal bangsa ini pernah menyumbang tokoh besar, pahlawan perang Salib dari pihak Muslim, Salahuddin Al Ayyubi. Tanah bangsa ini tersebar di negara-negara Turki, Irak, Iran dan Syria. Suku Kurdi ini tertindas di mana-mana. Identitas mereka selalu dihinakan dan ditekan di negara-negara itu. Bahkan Saddam Hussein pernah menghilangkan 300.000 orang Kurdi antara tahun 1983 dan 1987. Baru-baru ini Pemerintah Turki menyerang mereka lagi.
Kalau Muslim di seluruh dunia selalu mengembar-gemborkan kemerdekaan Palestina, lalu mengapa tidak pada kemerdekaan Kurdi?
Penindas bangsa Kurdi itu mayoritas Muslim, sementara penindas Palestina itu yang katanya Yahudi. Dan Ada ayat Al Quran menyebutkan bahwa Muslim itu bersaudara, lalu seperti apakah jahatnya penindas saudara Muslimnya sendiri? Mengapa orang termasuk yang di Indonesia tidak pernah mengusik pemerintah Turki, Irak, Iran dan Syria yang dijalankan oleh mayoritas Muslim?
Mengapa nilai jual penderitaan bangsa Kurdi lebih kecil dibandingkan dengan penderitaan bangsa Palestina?
* * *
Otak kita gampang dimanipulasi oleh fakta sensasional. Pilihan sikap kita terkadang aneh, rancu dan tidak logis. Ketika melihat sebuah sensasi di luar sana, kita bisa melupakan keadaan diri sendiri yang terkadang lebih membutuhkan perhatian.
Kita tidak membela kejahatan, tidak mengabaikan peristiwa buruk di luar sana, tapi alangkah baiknya diri sendiri juga diperhatikan. Dan alangkah baiknya juga berlaku adil untuk suatu peristiwa yang sama.
Semoga penderitaan anak-anak NTT, rakyat Palestina, rakyat Kurdi dan penderitaan rakyat seluruh dunia segera berakhir. Dan semua orang bekerja sama membangun dunia yang lebih indah.
Salam
Cesillia Ces
NB: Dari catatan lama saya di Y!360, yang selalu saya posting kembali pada akhir Bulan Mei memasuki Bulan Juni, seperti kisah klasik perang Israel-Palestina yang selalu berulang kehebohannya pada akhir bulan Mei menuju Juni setiap tahunnya.
mimi item
23:59 14/05/2010 Friday
Malam ini aku berpikir. Setiap hari, terkadang bertemu orang yang sama, terkadang bertemu orang yang hanya sepintas lalu. Namun, beberapa dari mereka, entah mereka mengenal satu sama lain atau tidak, memiliki persamaan dan juga perbedaan tentunya. Begini, aku berpikir untuk mengelompokkan mereka dalam dua tipe yaitu dalam memandang cara mensyukuri hidup dalam perilaku para ciptaan ini.
Tipikal manusia pertama adalah orang yang 'nrimo', pasrah, mengalir mengikuti arus kehidupan. Perilaku mereka cenderung terpuji. Tenang. Tanpa riak. Tanpa masalah. Dalam pikiran mereka Tuhan adalah donatur tetap sepanjang akhir hayat. Mereka menunggu dan menerima saja apa yang telah telah di berikan oleh Sumber Pemberi Rahmat Yang Maha Tahu Apa Yang Mereka Perlukan. Pribadinya cenderung menyenangkan, menyenangkan hati Sang Pencipta juga sesamanya. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kaum Penerima. PUja-puji sering mengikuti hidup kaum ini. Kata-kata ampuh yang mereka sering ucapkan adalah "Biar sajalah Tuhan yang atur" atau "Ini memang sudah suratan nasibku" atau kata-kata yang cenderung bernada lembut nan pasrah, bla.. bla...
Tipikal manusia kedua adalah 'Sang Pemberontak', tidak cukup puas atas apa yang sudah ada, melawan arus tenang yang mereka anggap menghanyutkan. Hidup bertemankan badai. Masalah menjadi sahabat sehari-hari. Selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang telah diberikan pada mereka. Tuhan adalah Panglima tertinggi, dan mereka adalah para kopral yang harus berusaha naik pangkat dengan berusaha melakukan usaha terbaik yang mereka punya. Pribadinya cenderung berkompetensi dalam kehidupan. Terkadang menyakitkan diri sendiri, terkadang menyakitkan hati sesama, bahkan terkadang mengecewakan Sang Panglima. Kaum Pejuang. Sering di cacimaki. Di mulut mereka sering terucapkan "Kalau dia bisa, kenapa aku nggak?" atau "Aku belum sepenuhnya melakukan yang terbaik yang kubisa!" atau kata-kata bernada arogan plus menantang, bla..bla...
Tipikal manusia pertama jika bertemu dengan tipikal manusia kedua berpikir : "Nih anak tak tau diri, gak pandai bersyukur, tak pernah puas!"
Tipikal manusia kedua jika bertemu dengan tipikal manusia pertama berkata :
"Nih anak tak atau diri, gak pandai bersyukur, tak mau berusaha lebih keras"
Karena perbedaan perspektif tersebutlah, si orang pertama tidak cocok dengan si kedua. Mereka terkadang menyakiti satu sama lain. Cara mereka berbeda. Yang satu ke barat, yang satu ke timur. Tapi maukah kau lihat lebih dekat? Lihatlah, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mensyukuri hidup.
Pertanyaan dalam otakku sekarang adalah :
Sang Pemilik Kehidupan akan memilih cara siapa? Si tipikal pertama atau tipikal kedua?
Aku dimana? Siapa aku? Si manusia pertama atau manusia kedua? Atau bahkan bukan keduanya?
Ya,ya,ya Krisis jati diri di awal 20an memang wajar toh?
Siapapun aku, aku ini Mian Hotmida Banjarnahor. Tidak perlu puja-puji juga serapahmu namun berikan padaku saran dan kritik. Karena puja dan puji hanya untuk Tuhan saja dan manusia lain tak berhak mencacimaki aku. Aku bersyukur atas hidupku. Itu saja.
Malam ini aku berpikir. Setiap hari, terkadang bertemu orang yang sama, terkadang bertemu orang yang hanya sepintas lalu. Namun, beberapa dari mereka, entah mereka mengenal satu sama lain atau tidak, memiliki persamaan dan juga perbedaan tentunya. Begini, aku berpikir untuk mengelompokkan mereka dalam dua tipe yaitu dalam memandang cara mensyukuri hidup dalam perilaku para ciptaan ini.
Tipikal manusia pertama adalah orang yang 'nrimo', pasrah, mengalir mengikuti arus kehidupan. Perilaku mereka cenderung terpuji. Tenang. Tanpa riak. Tanpa masalah. Dalam pikiran mereka Tuhan adalah donatur tetap sepanjang akhir hayat. Mereka menunggu dan menerima saja apa yang telah telah di berikan oleh Sumber Pemberi Rahmat Yang Maha Tahu Apa Yang Mereka Perlukan. Pribadinya cenderung menyenangkan, menyenangkan hati Sang Pencipta juga sesamanya. Penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kaum Penerima. PUja-puji sering mengikuti hidup kaum ini. Kata-kata ampuh yang mereka sering ucapkan adalah "Biar sajalah Tuhan yang atur" atau "Ini memang sudah suratan nasibku" atau kata-kata yang cenderung bernada lembut nan pasrah, bla.. bla...
Tipikal manusia kedua adalah 'Sang Pemberontak', tidak cukup puas atas apa yang sudah ada, melawan arus tenang yang mereka anggap menghanyutkan. Hidup bertemankan badai. Masalah menjadi sahabat sehari-hari. Selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang telah diberikan pada mereka. Tuhan adalah Panglima tertinggi, dan mereka adalah para kopral yang harus berusaha naik pangkat dengan berusaha melakukan usaha terbaik yang mereka punya. Pribadinya cenderung berkompetensi dalam kehidupan. Terkadang menyakitkan diri sendiri, terkadang menyakitkan hati sesama, bahkan terkadang mengecewakan Sang Panglima. Kaum Pejuang. Sering di cacimaki. Di mulut mereka sering terucapkan "Kalau dia bisa, kenapa aku nggak?" atau "Aku belum sepenuhnya melakukan yang terbaik yang kubisa!" atau kata-kata bernada arogan plus menantang, bla..bla...
Tipikal manusia pertama jika bertemu dengan tipikal manusia kedua berpikir : "Nih anak tak tau diri, gak pandai bersyukur, tak pernah puas!"
Tipikal manusia kedua jika bertemu dengan tipikal manusia pertama berkata :
"Nih anak tak atau diri, gak pandai bersyukur, tak mau berusaha lebih keras"
Karena perbedaan perspektif tersebutlah, si orang pertama tidak cocok dengan si kedua. Mereka terkadang menyakiti satu sama lain. Cara mereka berbeda. Yang satu ke barat, yang satu ke timur. Tapi maukah kau lihat lebih dekat? Lihatlah, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mensyukuri hidup.
Pertanyaan dalam otakku sekarang adalah :
Sang Pemilik Kehidupan akan memilih cara siapa? Si tipikal pertama atau tipikal kedua?
Aku dimana? Siapa aku? Si manusia pertama atau manusia kedua? Atau bahkan bukan keduanya?
Ya,ya,ya Krisis jati diri di awal 20an memang wajar toh?
Siapapun aku, aku ini Mian Hotmida Banjarnahor. Tidak perlu puja-puji juga serapahmu namun berikan padaku saran dan kritik. Karena puja dan puji hanya untuk Tuhan saja dan manusia lain tak berhak mencacimaki aku. Aku bersyukur atas hidupku. Itu saja.
mimi item
seandainya Tuhan meninggalkan aku, apa yang akan terjadi?
.
.
.
.
.
.
.
........................................................................
.
.
.
.
.
.
.
apa yang harus kuperbuat, Tuhan?
.
.
.
.
.
.
.
........................................................................
.
.
.
.
.
.
.
apa yang harus kuperbuat, Tuhan?
mimi item
Horeeeeeeeeeee!!
Akhirnya tadi subuh aku selesai membaca buku ini. Hasil tukar pinjam dengan jeng Yoera. Buset! Mataku gak bisa terpejam sebelum menyelesaikan ni buku. Alhasil, sekarang aku ngantuk mampus, mana kerjaan seabrek. Yang penting puuaaas. Ya gak? hihihi.
.................................................
Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.
Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik yang menganggap dia adalah agen Neptunus yang dikirim ke bumi. Ia juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.
Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.
Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.
Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.
Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.
Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.
Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.
Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.
.................................................
cari deh di Gramedia. masih di pajang di "Rak Strategis"
makasi kak yuraaaaaa. next : bulan depan si Merah harus kumiliki.
psst. akyu ada DVD baru loh. plis come to my home. ^^
Akhirnya tadi subuh aku selesai membaca buku ini. Hasil tukar pinjam dengan jeng Yoera. Buset! Mataku gak bisa terpejam sebelum menyelesaikan ni buku. Alhasil, sekarang aku ngantuk mampus, mana kerjaan seabrek. Yang penting puuaaas. Ya gak? hihihi.
.................................................
Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.
Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik yang menganggap dia adalah agen Neptunus yang dikirim ke bumi. Ia juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.
Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.
Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.
Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.
Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.
Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.
Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.
Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.
.................................................
cari deh di Gramedia. masih di pajang di "Rak Strategis"
makasi kak yuraaaaaa. next : bulan depan si Merah harus kumiliki.
psst. akyu ada DVD baru loh. plis come to my home. ^^
mimi item
mempercayai waktu Tuhan dan menghargai waktu Tuhan
jika hanya Tuhan yang bekerja tanpa usahaku, maka itu semua akan sia-sia
Hai Sobat,
aku akan mengambil jalan yang terjal di hari yang akan datang
aku tak tahu akan jadi apa nantinya
yang aku tahu adalah Kau menyertaiku dan memegang tanganku
Tolonglah dan topanglah aku, sampai pada tujuanMu
dan bukalah hatiku untuk mengerti mauMu
jangan biarkan otakku bekerja terlalu banyak daripada hatiku
agar aku tetap dijalanMu
ragaku lelah Tuhan
jika jiwaku pun mulai lelah
komohon mampukan aku ya
jika hanya Tuhan yang bekerja tanpa usahaku, maka itu semua akan sia-sia
Hai Sobat,
aku akan mengambil jalan yang terjal di hari yang akan datang
aku tak tahu akan jadi apa nantinya
yang aku tahu adalah Kau menyertaiku dan memegang tanganku
Tolonglah dan topanglah aku, sampai pada tujuanMu
dan bukalah hatiku untuk mengerti mauMu
jangan biarkan otakku bekerja terlalu banyak daripada hatiku
agar aku tetap dijalanMu
ragaku lelah Tuhan
jika jiwaku pun mulai lelah
komohon mampukan aku ya

