Ia tau kalo ia harus berlari lebih cepat dari singa yang paling gesit
Setiap pagi di Afrika, seekor Singa bangun
Ia tau kalo ia harus berlari lebih cepat dari Rusa terlamban.
Kalo ga nggak, ia bisa mati kelaparan
Ga penting apakah mian mau kayak Rusa atau Singa
Kalo mentari terbit, mian sebaiknya berlari
hari esok ada padaNya
kupercaya janjiNya
sekarang kuharus berusaha berkenan bagiNya
:-)
========================================================
Saya menikahi wanita yang memiliki karir profesional: AKUNTAN PUBLIK.
Ya, dia adalah seorang auditor. Dan coba tebak apa yang dilakukannya ...
1. Dia menyuruhku untuk menggunakan metode LIFO saat mengambil makanan yang disimpan di kulkas. Aduh...
2. Dia menganggapku tidak berbakat dalam bermain dengan angka. Aku sih no problem, makanya dia yang mengurus anggaran rumah tangga. Eh, tiap akhir bulan dia bikin invoice tagihan profesional fee sama aku. Waktu kubilang kalau aku ini suaminya, bukan kliennya, dia malah minta advance payment.
3. Aku heran kenapa pengeluaran terus meningkat steadily, sehingga suatu hari, aku mengintip kertas-kertas yang ada di order berlabel "Current File". Tak heran! Dia rupanya men-charge mileage (jarak) dan overtime ke dalam anggaran rumah tangga. Dia juga menagihkan Out of Pocket Expense ke dalamnya. Dia gila, dan aku udah bilang itu ke dia. Eh, dia malah bilang, "Ya enggaklah sayang, aku kan auditor..."
4. Setiap lembar kertas di rumah dicopy dan difilekan. Alasan dia, ada peraturan yang mengharuskan dia memaintain copy hasil kerjanya selama 10 tahun. Aku sungguh-sungguh khawatir...
5. Dia bilang kalau dia cinta aku, dan aku bilang kalau aku cinta dia juga. Tapi tetap aja, dia tidak pernah percaya. Katanya, ada kemungkinan terjadi mis-statement. Dan dia memintaku membuat Representation Letter mengenai masalah ini... Duhhh
6. Tahun lalu laporan keuangan rumah kami mendapatkan opini Qualified karena aku gak menyimpan supporting document atas expensesku.
7. Awalnya aku heran, kenapa setiap akhir tahun selalu berdatangan surat-surat dari seluruh famili, kolega, termasuk warung di depan rumah. Ternyata, istriku mengirimi Confirmation Letter kepada mereka semua. Waktu aku protes, dia bilang, konfirmasi dari pihak eksternal lebih realible. Cape deh...
8. Waktu istriku masak, dia sering tidak mengikuti resep. Bila resep bilang, tambahkan setengah sendok garam, atau satu sendok teh gula, atau setengah gelas air, dia selalu tidak peduli. Dia bilang kalau itu tidak material bila dibandingkan dengan seluruh menu yang disiapkan.
9. Aku bilang, dia itu gila. Tapi anehnya, semua orang bilang kalau dia auditor. Di kamus, ternyata kata "auditor" bukan sinonim untuk kata "gila". Pasti kamusnya ketinggalan zaman.
10. Waktu kami menikah, dia memberikan Engagement Letter padaku. Awalnya aku bilang, "Oh, makasih ya sayang ..." Ternyata setiap tahun dia memberikan surat yang sama. Katanya, standarnya mengharuskan dia melakukan itu bila ada indikasi kalau aku keliru memahami tujuan dan scope dari Engagement. Dia juga bilang, aku tidak bisa pisah dari dia begitu saja. Dia punya hak untuk didengar sebelum aku menunjuk orang lain. Dan dia juga menegaskan bila aku menunjuk orang lain menggantikan dia, maka harus ada komunikasi antara dia dan penggantinya, agar dia bisa menyampaikan keberatan profesionalnya. Mati kita...
11. Phew ... Kadang kala, aku berpikir, kalau dia membahayakan going concern -nya pernikahan ini. Duh ... Kok aku jadi kebawa-bawa dia ...
12. Ku kira pernikahanku ini sudah cukup gila, tapi ternyata ada temanku yang juga kawin dengan akuntan, punya cerita yang lebih parah. Istrinya mengkapitalisasi biaya pernikahan sebagai Preliminary Expenses, dan mengamortisasinya setiap tahun. Biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum berumah tangga, juga dikapitalisasi sebagai biaya pra-pernikahan. Juga, waktu yang dihabiskannya selama pacaran sebelum menikah sedang dalam proses valuasi, untuk dimasukkan sebagai intangible assets.
Teman-teman, berpikirlah dua kali sebelum menikahi auditor. Kalau kau sudah berpikir dua kali dan tetap memutuskan untuk menikahinya, pikirkan dua kali lagi. Kau harus mempertimbangkan besar risk sebelum memulai engagement. Duh ... Aku ternyata sudah gila.
Aku, seorang auditee seumur hidup.
=======================================================
Backgroundku juga konsentrasi Sektor Publik yang (sekarang) tersesat di Sektor Privat
jangan-jangan....
jangan-jangan laki ku nanti berpikiran kayak gini
tidaaaaaak !!! aku tak akan menjadikan pria itu sebagai auditee. i'm promise.
ps : tinggalkan Teori dan Prinsip-Prinsip Akuntansi di meja kerja anda. Bawa pulang secukupnya saja.
LOL
Persekutuan alumni terakhir di Tahun 2009. Tadi bukan khotbah tapi studi kasus. Banyak pembicaraan seru tentang kehidupan alumni. Berguna bagi saya yang notabene freshgraduate. Bagi saya awalnya agak membosankan mungkin karena saya lelah. :-D
tapi dipertengahan diskusi perhatian saya menjadi penuh.
Pasalnya adalah kasus klasik para alumni. Pasangan Hidup.
Hiiyaaa.
Mata menjadi terang benderang. Hhaa.
Ada yang menarik dari dua pernyataan ini :
Bg. Duet : "Saya mewakili para lelaki (ya olooh) menasehati kaumku untuk berusahalah berjuang untuk wanita. Indah pada waktuNya memang benar, tapi kalo gak berusaha gak akan dapat. Tapi kalo yang dikejar gak bisa ditangkap, ya tau diri lah ya... Mundur teratur (aku manggutmanggut :-D)
Kak Yunita : Para wanita jangan terlalu menunggu. Karena ada type type lelaki yang pemalu dan gengsian. Mereka menunggu sang wanita memuja. Apalagi kalo sang wanita lebih dominan karir atau lebih mapan, lelaki akan berhatihati. Majulah duluan. Ini pengalaman dengan kak Sapto
(holooh, aku mikir. mikir. Kak Sapto suami beliau ternyata pemalu? Yaaolooh, ga nyangka. LOL)
Pesan yang sama dari mereka :
Percayalah Hawa diciptakan untuk menemani Adam. Intinya pria tidak diatas wanita, tidak juga dibawah. Tapi diciptakan berdampingan untuk saling melengkapi. Sepadan.
:-)
nais inpo prom nais pipol :-*
i love this song
tiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan kasihNya memimpinku
Ditengah glombang dunia yang menakutkan hatiku tetap tenang teduh
...
ibadah natal pertama ditahun ini.
Kotbah pendeta : ada 3 tokoh dalam natal.
1. Gembala
2. Yusuf
3. Maria
yang berkesan adalah Yusuf. Seorang gentleman.
Walau saya wanita, saya akan bersikap gentleman. Menghadapi resiko hidup, tentu bersama penyertaan Tuhan Semesta Alam.
Bertemu tementemen
Menyanyikan kidung Natal
dan merasa damai
kemarin sedih tapi hari ini tidak lagi :-)
oya, ada kesaksian dari sahabat Korea. Lagu dan musik mereka mempesona.
Lupa. Blueberry atau bulberry aroma bos ya? Pokoknya berryberry lah. Bedanya kalo aroma berry siang hari membuat tegang dan pusing kepala. Kalo berry malam hari merilekskan otak. Hoho. Aku senang aroma ini =)
Terimakasih tak terhingga Sobat!
ZZzZz. Listrik padam. Lanjut malam kudus sampe tidur...
mungkin ku tak lebih dari betina pemuas angan-angan bocahmu
kuncup pertama titik awal dari semua berahimu
bila kau terbangun nanti
milikku mungkin tak pernah jadi bagian mimpi,
apalagi obsesimu
geliatku, riakku dan getarku pun
mungkin hanya kau pandang jemu
bila kau tersadar nanti
kau pun tak pernah inginkanku
jadi pucuk semua cikalmu
perempuan pertama yang kau jemput dari malam sepimu
untuk tuan pemilik marga *****
aku juga akan berbahagia, pasti!
kemudian setelah puas aku melepaskan perlahan-lahan
untuk menikmati kehidupan yang tenang dan sunyi
Melakukan perenungan perenungan
Melakukan penulisan penulisan
Mempelajari kehidupan dengan lebih mendalam
Melakukan perjalanan perjalanan
Dan berharap.. .ada seseorang yang menemaniku.. .berbagi…
dulu kupikir dia mau menemaniku untuk menggapai ambisiku
dulu kupikir dia mau melakukan perjalanan bersama-sama
aku tau jalanku akan berat
aku tau jalanku akan berliku
aku tau akan banyak yang akan kuhadapi
yang ku tak tau
dia akan lelah menemaniku
dia tak sudi kubagi duka
lalu dia
pergi berbalik dan melangkah pergi
dengarkanlah,
ini komitmenku
aku tak akan berhenti
aku tak akan menoleh ke belakang untuk menikmati rasa sakit lagi
aku masih bisa
karena kamu hanya manusia
*manusia terkadang mengecewakan tapi Pemilik Kehidupan mampu menghiburku*
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu. Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu. Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas. Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah.
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku. Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu. Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga. Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu. Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya. Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya. Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: "Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan.
Amin...
ketika ku mulai melupakan dan memulai pasal yang baru dalam kitab kehidupanku……
ketika masa lalu dengan seenaknya datang kembali bagai angin dingin yang menerpa kulitku…
wahai, engkau sang pengusik hatiku…
datang…
pergi…
hilang…
kembali…
kapan engkau memikirkan perasaanku yang mulai hangat kemudian menjadi dingin kembali..
Kulakukan itu dengan sepenuh hati
Tak peduli kalian baca atau tidak
Aku bernyanyi karena ingin bernyanyi
Kulakukan itu dengan sepenuh hati
Tak peduli kamu dengar atau tidak.
aku ada janji dengan nika. dimatanya aku adalah orang yang on time. dan aku tak mau merusak image itu. hehehe...
kerumah nika. makan nasi udak bersiap siap mengantar dokumenku.
tiba-tiba, dari kejauhan kudengar bunyi motor besar. masih jauh suaranya. sama sekali tidak asing bagi telingaku.
Yang kulihat itu seperti berkat di pagi hari. Aku melihat seseorang yang tidak asing. Dia, orang yang selalu ingin ku temui, tapi tak pernah bisa ku temui. Terakhir melihat dia, yaitu hari dimana aku bertengkar hebat, di hari dimana takut dan lemahnya di batas maksimal…
Pagi itu, di saat aku memesan makanan dan berdoa untuk makanan itu (biasanya aku dengan nika selalu berdoa bersama sama) aku sempat menitip namanya dalam doaku.
aku duduk membelakangi jalan,
mendengar riuh yang tidak asing itu
segera ku toleh ke arah suara tersebut?
aku melihatnya
memakai celana pendek
pelan namun pasti melewati rumah makan dimana kami berada
aku tersenyum
Tuhan itu baik
celotehan nika tak sepenuhnya kudengar, kubiarkan ia berbicara
aku hanyut dalam monologku
"Sob, baru saja aku berdoa untuk pertemukan aku saja sesaat dengannya, lalu kau kabulkan. terimakasih"
ini yang kuingat berapa kali aku bertemu tanpa bertatap muka
1. di lift mall, ketika aku dan temanku menuju red bean
2. di jalan imbon, ketika aku membeli buah jeruk
3. di depan audiosen, ketika aku kerja
4. di depan rumah makan, sama sama nika
aku menyebutnya rencanaNya bukan sekedar kebetulan
walau sesaat namun sangat berarti
:)
benar
yang kalian katakan
aku adalah penjahat
kejahatanku adalah
keingintahuanku
kejahatanku adalah
menilai orang berdasarkan perkataan dan pikiran mereka
dan bukan berdasarkan penampilan mereka
kejahatanku adalah
menjadi lebih cerdik dari kalian
sebuah dosa yang tidak akan bisa kalian ampuni
ampuni aku

email dari seorang sahabatku yang sedang mengabdi di daerah konflik di ACEH,
kupikir pikir, lebih bermanfaat jika aku membaginya juga di jejaring ini.
Yo yo! Sup yo?
FYI jak beh, info beasiswa utk mewarnai masa depan bagi bangsa Indonesia. HIDUUUP!!
Beasiswa yg common:
www.nesoindonesia.or.id ato www.stuned.or.id
www.aminef.or.id
www.iief.or.id
www.fulbrighteducationusa.state.gov/centers
www.nec.or.id (kl ga slh ini yg di netherland)
www.finaid.com
www.sampoernafoundation.org
www.rumahbeasiswa.com
www.informasi-beasiswa-blogspot.com
www.chevening.or.id
di denmark: www.jakarta.daad.de/scholarships
www.apsprogram.or.id –ini masih ada ga k’uli?
www.adsprogram.or.id
others in ausie:
www.australianscholarships.gov.au
endeavor award (DEEWR)
Australia leadership award
www.studyinaustralia.gov.au
www.studyinaustralia.or.id
www.study-in-australia.org
Utk cek jurusan: http://cricos.dest.gov.au dan www.courses.com.au
www.australiangraduate.com
www.australiainternationalstudent.com
others in USA:
www.petersons.com
davis international scholarship program
www.westminster-school.org
www.berea.edu/prospectivestudents/international/default/asp (bisa kerja dalam kampus)
www.earthcorps.org/join-international.php
others in UK:
ini info dari k’ester & k;elvi, univ yg bagus di inggris: Sussex, Soas (di London), Glasgow, Manchester, Swansea, Wales, LSI London.
Utk yg senang di bidang humanitarian, cari jurusan development studies – karna lebih applicable utk di Indonesia
atau: community development/ social studies, holistic development, social economy studies, multi disciplinary approach
other links:
www.scholarshipcenter.com
www.ecollegescholarship.net
www.milisbeasiswa.com
www.i-scholarship.info
www.scholarshipexperts.com
www.indonesianscholarship.com
www.beasiswaterbaru.wordpress.com
let me know for any queries yaa..Nuhun all..
semoga bermanfaat ^^
love is kind
it does not envy
it does not boast
it is not proud
it is not rude
it is not self-seeking
it is not easily angered
it keeps no record of wrongs
love does not delight in evil but rejoices with the thurth
susaah banget siiih sempurna mengasiihii
gagal
gagal
gagal
but, love is still exist
just TRUST
pontianak kota terpanas
aku pulang
kan kutulis perjalanan ku
segera

dear didioi dan tamoii,
mimioi juga punya perasaan. uuh kesal rasanya gak jad mulu plan kita. aku sedih. cape jaga perasaan orang. cape ngorbanin perasaan sendiri. kalian gak cape apa? aku cuma mau ada sedikit kenangan yang bisa kusimpan dan kupajang. hikkkkksssssss


risau!!!
Hari ini aku sendirian di rumah besar ini, bukan pertama kalinya memang. Sejak kecil aku telah sering ditinggal pergi berpergian oleh orang tuaku. Dididik untuk mandiri dan diajar untuk kuat dalam menghadapi hidup. Tadi siang aku ngobrol sama temen ku satu kampung halaman. Temu kangen via jejaring pertemanan yahud abad ini, pesbuk. Dia bertanya “Kenapa jarang pulang?”.
Mungkin itu pertanyaan klise, basa basi dan sederhana. Tapi cukup membuat kuberpikir.
Kampung halaman ku, tempat kelahiranku, memang tidak jauh dari tempatku berpijak saat ini. Kota kecil ibukota kabupaten, bernama Mempawah, hanya kurang lebih satu setengah jam jika aku pulang ngebut dengan kendaraanku. Berpikir : Sejak kapan aku tidak pulang? Natal tahun lalu? Menghitung berapa kali aku yang datang kesana menghampiri bapa dan mama ku? Padahal jaraknya dekat sekali. Tanpa macet!
Kenapa jarang pulang, mi? Sibuk bgt ya? Udah lupa dengan tempat mian kecil bermain?
Pertanyaan si temen kubalas dengan smiley dan segera mengalihkan pembicaraan.
Aku saat itu berpikir : Shit. Semua orang berpikir bahwa mian = manusia super duper sibuk. Damn. Aku terjebak dalam kesibukan dan dunia ku sendiri. Terlena. Melupakan beberapa hal.
Aku rindu tanah kelahiranku
Aku rindu melihat gubuk papan yang masih berdiri tegak sampai saat ini, dibelakang gereja, rumah dimana mama melahirkanku
Aku rindu hal-hal yang dulu ku tak suka
Aku rindu rumah di gang raden kusno sekarang
Aku rindu rumah sempit sederhana yang berhalaman luas itu
Aku rindu melihat bunga-bunga,pohon-pohon mangga sawo dan jati yang ditaman mama bapaku bertahun lalu
Aku rindu berebut menentukan nonton dvd atau main ps dengan satusatunya adik laki-laki ku
Aku rindu di teriakin mama memintaku untuk menyiram bunga-bunganya yang banyak itu
Aku rindu merapikan alat-alat musik dan soundsystem bapa yang berantakan
Aku rindu mendengar bapaku bermusik
Aku rindu argumen menyebalkan dari adik-adikku
Aku baru sadar sepenuhnya, semangat hidup Bapaku juga Mamaku layak ku contoh. Bapaku harus menempuh kiloan meter di akhir pekan
*rute Ngabang-Pinyuh-Mempawah-Pinyuh-Pontianak bolak balik*
hanya untuk bertemu gadis nakal ini? Yang sering menyusahkan nya dengan rengekan tidak masuk akal! Baru bisa kumengerti, kenapa beliau tidak jadi membeli mobil baru keinginannya itu! Semata agar bisa hemat bertemu dengan kekasih dan buah hatinya! Memikirkan masa depan kami, bukan keinginannya lagi.
Damn! Sesibuk apa sih aku atau hanya terlena manja karena mereka yang selalu datang ?
Kubaca sms bapa yang masih kusimpan ketika aku lulus ujian skripsi dan masih sibuk ngurus ini itu
*luangkanlah waktumu sejenak nak, untuk kembali kerumah dan bertemu mama dan adikmu yang mendoakanmu*
aku ingin pulang . . .
aku akan pulang . . .
Mimi Marbun, 10 Juni 2009 , 00.30

ini rumah dimana aku dilahirkan
masih sama seperti 21 tahun yang lalu
tanpa rehabilitasi
lantai dan dinding papan
jangan samakan dengan tiga rumah ku yang lain
ini tetap yang terhebat
saksi dimana keluarga banjarnahor membangun dinasti
aku ada janji dengan Nika. dimatanya aku adalah orang yang always on time. dan aku tak mau merusak image itu. hehehe...
Segera kerumah Nika. makan nasi uduk dan bersiap siap mengantar dokumenku.
tiba-tiba, dari kejauhan kudengar bunyi berisik khas motor besar. masih jauh suaranya. sama sekali tidak asing bagi telingaku.
Yang kulihat itu seperti berkat di pagi hari. Aku melihat seseorang yang tidak asing. Dia, orang yang selalu ingin ku temui, tapi tak pernah bisa ku temui. Terakhir melihat dia, yaitu hari dimana aku bertengkar hebat, saling memaki, saling menyerang dengan kata-kata pedas, berperang dengan ego dan pertahankan harga diri masing-masing. di hari dimana takut dan lemah kami di batas maksimal…
Pagi itu, di saat aku memesan makanan dan berdoa untuk makanan itu (biasanya aku dengan nika selalu berdoa bersama sama) aku sempat menitip namanya dalam daku.
aku duduk membelakangi jalan,
mendengar riuh yang tidak asing itu
segera ku toleh mencari sumber suara tersebut?
menunggu suara itu lewat
aku melihatnya
memakai celana pendek
pelan namun pasti melewati rumah makan dimana kami berada
dia masih kokoh dan kuat
dia orang yang selalu kurindukan
aku tersenyum
Tuhan itu baik
celotehan nika tak sepenuhnya kudengar, kubiarkan ia berbicara
aku hanyut dalam monologku
"Sob, baru saja aku berdoa untuk pertemukan aku saja sesaat dengannya, lalu kau kabulkan. terimakasih. terimakasih banyak. aku bersyukur"
ini yang kuingat berapa kali aku bertemu tanpa bertatap muka
1. di lift mall, ketika aku dan temanku menuju red bean
2. di jalan imbon, ketika aku menemani temenku untuk membeli buah jeruk
3. di depan audiosen, ketika aku kerja dan ia ikut workshop alat musik tabuh
4. di depan rumah makan, bersama nika
aku menyebutnya rencanaNya bukan sekedar kebetulan
walau sesaat namun sangat berarti




Apa tujuan kita mengenyam pendidikan dari kecil hingga sekarang? Bertahun-tahun mendisiplinkan diri untuk bangun pagi, berangkat sekolah atau kuliah, mengerjakan tugas-tugas yang rumit, ikut ekstrakulikuler yang padat tapi kalo ditayna tidak tahu kelak akan jadi apa.
Tetapkan sasaran jangka pendek dan jangka panjangmu! Jika kamu punya target/sasaran, dijamin pola belajar kamu gak akan sembarangan. Hidup kamu akan lebih berarti. Tidak semua orang sukses menikmati hal-hal enak di dalam hidupnya.
Banyak sekali orang sukses yang berasal dari keluarga kurang mampu, ga bisa mengenyam pendidikan yang layak, harus bekerja keras sejak muda bahkan mendapat cemooh dan olok-olok dari masyarakat. Mereka berhasil karena mereka punya sasaran atau target yang akan dicapai. Orang yang punya sasaran untuk sukses ga mungkin hidup sembarangan. Tekun belajar dan bekerja serta menjalin relasi bersama Tuhan dengan orang lain.
Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada maksud. Pasti ada tujuan.
Mungkin saja kamu mengalami pengalaman buruk yang tidak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila kamu berani menengok ke sisi lain, kamu akan menemui pemandangan yang jauh berbeda. Kamu gak harus jadi orang yang tersenyum terus atau menempatkan wajah ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis. Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju kelaut. Meski melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra mereka tahu bahwa suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Mereka menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur, sebagian kembali ke laut. Adakah yang sia-sia dari setiap tetes air yang kamu temui di selokan rumahmu? Begitupun kamu, adakah yang sia-sia yang kamu lakukan kini? Jika kesulitan datang menghampiri kita dan kita tidak menjadi kecil dan sulit karenanya, maka kesulitan itu dapat membuat kita menjadi besar. Dalam menghadapi kesulitan, kita harus tegar dan tidak kecil hati. Ketahanan terhadap kesulitan bisa membawa kita menuju sukses yang besar.
oh ya sebentar lagi aku wisuda, hehehe. aku orang pertama yang punya gelar sarjana, dari opung sebelah bapa. aku bahagia. kalo jadi sih pertengahan bulan aku mau bertemu opung di tanah kelahiran bapaku. horeeeee...
SEMOGA BOS KU MENGINZINKAAAN AKU IZIIIN YAAA
Kalau masa lalu masih terlalu menyesakkan untuk diingat,dan kita memang tidak bisa menghapusnya dari sejarah hidup kita,
kenapa tidak coba melihatnya dengan persepsi yang berbeda?
Mungkin rasanya tidak akan terlalu menyakitkan. Mungkin rasanya tidak akan terlalu menyakitkan...

Mungkin kita akan lebih memahami alasan di balik tindakan orang-orang yang menyakiti kita
Tadi pagi di aku ke salah satu bank swasta terbesar di negara ini
untuk menyetor sejumlah uang. Disambut senyum ramah pak satpam dan saya pun tidak terlalu lama antri menunggu. Sesampai di teller, (lagi) diberi senyum gratis dari si mas (lumayan) ganteng
. Melihat bukti slip saya, ekspresinya agak berubah, lalu melihat muka saya, lihat slip lagi, lihat muka, lihat slip lagi
, lalu senyuuum
.
Pikir ku saat itu, *wah, tertarik sangat rupanya dia dengan keeksotisan muka asli batak ini*
.
Lalu terjadilah percakapan antara petugas (P) dan nasabah (N)
P : Selamat pagi, mbak...
N : umm ya met pagi juga *pikirku saat itu basa basi banget si mas ini, buruuuan!* 
P : Boleh tau, uang ini berasal dari mana? Sambil ngitung duit yang saya setor.
N : Maksudnya? * sok bego nan diplomatis.mode on*
P : Maksudnya uang ini berasal dari mana?
N : *senyyuum dulu* Ha? Dari Bank Indonesia lah yang dicetak Perum Peruri beredar dulu lalu sampai di tangan saya lalu masuk lagi ke Bank ini. Gimana sih kok gak tau, wong mas kerja di bidang perbankan, kok gak tau??? *dia 
P : oh iya ya maaf mbak, sebentar ya saya proses.
N : *mengangguk-angguk, sok jadi nasabah profesional*
tapi berpikir *sialan nih si mas, pantesan dia ngliat slip, ngliat muka ku beberapa kali,? emang muka gue ini gak cocok megang duit banyak ya? dia pikir aku nyetor duit ga halal kali ya. hahhah…*
Aku punya tiga rekening bank, dan di bank ini emang aku gak pernah nyetor uang. Ini pertama kalinya. Selama ini rekening ini kupakai untuk transfer dana, transfer pembayaran gajiku, lalu transaksi selalu melalui atm. Semenjak punya rekening ini, aku gak pernah print buku. Ini pertama kalinya. Buseet dah. 
Dana yang kusetor tadi bukan uang pribadiku. Wajar kalo si mas teller agak waspada, wong selama ini arus dana yang masuk ke rekeningku gak pernah sebesar ini. Aku maklum, karena sistem perbankan sekarang mulai meningkatkan kewaspadaan akan money laundry. Tapi, sungguh keterlaluan kalo setelah gurauan diplomatis ku, ia masih bertanya lagi. Wong aku tau kok dikit-dikit mengenai prosedur perbankan.
Kalo kayak tadi, daku hanya nyetor belasan juta, yah masih standar, gak bisa terlalu di curigai. Itu uang PMK UNTAN.
PMK UNTAN. Wadah pelayanan mahasiswa Kristen di Universitas Tanjungpura tahun ini bisa mengelola uang dengan total kurang lebih dua puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah, angka yang fantastik untuk Unit Kerja Mahasiswa tentu saja. Belum lagi dana yang kami kumpulkan secara swadaya untuk kegiatan, pembinaan, dan persekutuan yang kami adakan.
Semua ini semata karena campur tangan dari –Nya. Uang yang kusetor kutitip dahulu di rekeningku, aku takut menyimpan tunai. Menghindari penyelewangan. Salah-salah bisa salah pakai pula nanti.
Teringat PMK UNTAN, pasti teringat rekan ku, kami berlima berkomitmen untuk ambil bagian dalam pelayanan ini untuk periode 2008-2009. Inilah mereka, kuceritakan sedikit :
Kumulai dari
1. DAVID EKO INDRA SILAEN, KOMISI PERSEKUTUAN
(Fakultas Pertanian – Ilmu Tanah 2005) : Seseorang yang pemalu dan tidak banyak omong. Introvert. Memiliki pemikiran yang luar biasa namun kurang mampu untuk mengungkapkan hal tersebut. Pintar. Mantan Komisi Persekutuan Green Campus Fellowship Faperta sebelum berkomitmen di PMK UNTAN.
2. SARAH ARNI, KOMISI PEMBINAAN
(Fakultas FKIP – Matematika 2005) : Mantan pengurus tahun lalu yang kembali berkomitmen. Sering sakit kepala karena hal-hal yang sebenarnya gak rumit. Introvert. Lemah secara fisik. Seorang yang sensitif dan pemikir sejati.![]()
3. YOTAM DOMAS, KETUA PMK UNTAN
( Fakultas FKIP – B. Indonesia 2006) :
Gak pernah jadi mantan pengurus. (kalo mantan pacar, sebelum bertobat pasti banyak) hehe. Kekanak-kanakan. Cengengesan. Punya selera humor yang lumayan menghibur. Glamor. Ganteng dan memiliki kulit yang paling putih diantara kami. Lembut hatinya. Punya semangat tinggi. Kurang sabar dan penyayang. Ekstovert.
4. EDY AGUSTINUS, SEKRETARIS
( Fakultas ISIP – Sosiolosi 2005) :
Wakil Ketua BEM Fisip. Mantan Koordinator Ikatan Mahasiswa Kristen Protestan FISIP. Paling dewasa diantara kami. Bijaksana. Pemikiran yang matang. Sabar dan penyayang. Berdedikasi tinggi. Sederhana. Pandai bernyanyi dan lihai bermain gitar (baru-baru ini mi ba ru tau bisa juga main kibor, ya ampuun kemana aja lu mi!). Punya panggilan sayang dari Yotam Boss! Mimi sering memanggilnya Didioi. Ambivert.
5. Aku, BENDAHARA & KOMISI DOA
( Fakultas Ekonomi – Akuntansi 2005 ) :
Aku? Mantan sekretaris Keluarga Mahasiswa Kristen FE. Hahha. Bukan siapa-siapa. Gak penting. Gak pandai nyanyi. Ribet. Gak lihai main musik. Kekanak-kanakan. Keras batu. Cerewet. Blak-blakan. (Korban kecerewetan dan blak-blakan ku : Yotam dan Edy). Ambivert. Sebenarnya aku bukan mahasiswa lagi semenjak Februari yang lalu, namun kepengurusan ini selesai bulan Juli nanti, maka aku harus menyelesaikan tanggung jawab ini.
Banyak perkara yang tak dapat kami mengerti dalam organisasi ini. Dibentuk melalui persekutuan doa 23 tahun yang lalu. Organisasi PMK UNTAN adalah organisasi yang punya visi dan misi yang jelas. Telah berkali-kali mengalami regenerasi pengurus. Dan kami adalah orang yang kesekian kali nya yang harus mengerjakan pelayanan ini.
Aku secara pribadi, meyakini bahwa ini adalah bagian dari rencana Tuhan dalam hidup kami masing-masing. Di awal pergumulan untuk ambil komitmen, aku sedikit berpikir bahwa beban pelayanan ini akan ringan karena mereka adalah orang-orang yang telah mengenal Allah dan kompeten dalam mengerjakan sesuatu.
Pemikiranku dulu, Edy adalah seseorang yang akan mengambil alih kepemimpinan bang bodenk. Namun, Allah punya orang pilihan sendiri. Yotam Domas, gak punya pengalaman organisasi keagamaan di kampus dipilih tim Formatur menjadi ketua PMK UNTAN.
Di hari peneguhan tahun lalu, 28 Juni 2008, aku mulai sempat goyah, karena aku tahu Edy tidak ambil komitmen dalam pelayanan karena memiliki tanggung jawab juga sebagai salah satu orang penting di BEM FISIP. Hari itu aku takut. Takut akan hari hari yang akan kami lalui tanpa Edy. Pada acara pengukuhan basuh kaki pun aku tak kuasa menahan tangis, menyerahkan semua kekuatiranku pada Tuhan
.
Esok harinya ketika format kepengurusan akan diumumkan kepada kami, edy datang dan menyatakan komitmen untuk ikut ambil bagian. Aku bersyukur. Sangat-sangat bersyukur
.
Sekarang, satu bulan lagi kami akan regenerasi. Ada yang tinggal, banyak pula yang lepas. Selama ini, aku sangat dekat dengan Edy dan Yotam. Mereka sudah kuanggap abang dan adikku
.
Kenangan-kenangan yang kami ukir dalam sangat berharga dan akan kusimpan tersendiri dalam salah satu kotak terindah di hatiku. Hari-hari yang kami lalui penuh dengan warna-warni. Ada tawa ada tangis. ada duka ada suka. Disaat-saat sulit dan berbeban berat saling menopang. Saling memahami. Terkadang ada perselisihan pendapat. Terkadang sering terjadi misskomunikasi. Terkadang ada amarah, kesal dan perasaan lelah serta ingin menyerah
. Jika dipikir-pikir, ini merupakan proses pendewasaan kami. Rencana indah dari sang Sutradara Kehidupan
.
Kalo dipikir secara organisasi duniawi, kenapalah Edy, Mimi, David dan Sarah harus dipimpin oleh Yotam yang notabene gak punya pengalaman, junior kami pula? Pikiran Allah bukan pikiran manusia. Edy, Mimi David dan Sarah dipakai Tuhan untuk melengkapi Yotam untuk melanjutkan kepengurusan satu tahun kedepan.
Aku mengingat satu tahun yang silam, dimana kepengurusan kami baru, harus menyusun program kerja. Waktu itu libur panjang seusai semester genap. Dua bulan. Edy melaksanakan KKM di daerah pedalaman Kubu Raya, David juga KKM di daerah. Sarah gak ada di Pontianak. Aku, magang di Kantor Gubernur . Yotam? Entahlah karena takut memimpin rapat atau memang gak mau mimpin rapat malah pulang ke kampung nya. Alhasil, Aku dan Edy lah yang harus back up Yotam. Pulang magang harus konsen mimpin rapat proker, Edy menyempatkan diri untuk datang di akhir pekan.
Sekarang? Yotam yang sekarang telah berkembang dan makin matang dalam kepemimpinan. Sempat juga aku berkata pedas baik secara langsung atau via sms jika Yotam mulai error.( Heey, Yo, itu semua karena aku mengasihimu.) Aku menyadari bahwa ia harus mulai bisa mandiri dalam mengambil keputusan tanpa aku dan edy. Aku rasa pun Edy juga berpikir demikian. Kalo kami udah gak ada, gak ada lagi penasihat-penasihat Yotam, apa jadinya PMK UNTAN taun depan kalo Yotam gak mandiri?
Secara pribadi, aku telah banyak mendapat hal-hal yang berharga dalam persahabatan ini. Belajar kepemimpinan, mngerti arti prioritas, menghargai waktu dan mengenal tanggung jawab secara mendalam serta memiliki mental pemenang. Yang terpenting dan yang paling berharga adalah disini aku belajar mengasihi Allah dan mengasihi sesamaku.
Aku menyadari ia menyertai dan sungguh mengasihiku, selama ambil bagian di PMK UNTAN aku mengalami beberapa fase yaitu fase kuliah, fase proses skripsi, fase seminar dan sidang akhir, mendapat gelar sarjana, lalu Allah memimpinku dalam pekerjaan.
Semua yang terbaik yang Ia berikan padaku. Bagaimana lagi aku harus mengucap syukur, selain melakukan yang terbaik untuk Nya atas apa yang Ia percayakan padaku?
Masih ada beberapa hari lagi sisa kepengurusan ini, masih ada juga hal-hal yang kami harus selesaikan.
Lihatlah, Allah menyertai kami dalam satu tahun ini, mengerjakan banyak hal yang kami pikir tidak dapat kami lakukan. Mendapatkan dana yang sebanyak tidak pernah kami harapkan sebanyak itu. Membawa kami dalam persahabatan dan rasa persaudaraan yang hangat. Bertumbuh bersama menuju kedewasaan.
Oh iya, terimakasih juga buat para pengurus kampus yang telah bersama-sama kami berjuang :
- Willhemus T.P Fakultas Kehutanan 2004 beserta rekan
- Seven Simamora Fakultas Teknik 2005 beserta rekan
- Damen Rijke Fakultas Pertanian 2006 beserta rekan
- Widya Sri Jayanti Fakultas ISIP 2006 beserta rekan
- Irma Prakas Sanggup Fakultas MIPA 2006 beserta rekan
- Anto Fakultas FKIP 2006 beserta rekan
- Ronny Anggebo Fakultas Ekonomi 2006 beserta rekan
- Kristian Batubara Fakultas Hukum 2006 beserta rekan
- Inggrid Sira Fakultas Kedoktera 2007 beserta rekan




Terimakasih untuk kakak-kakak rohani ku yang mengajariku banyak hal, khususnya untuk PKK ku Margaretta Siregar SP dan PKTB ku Sapto Tri Laksana Putra ST
Ku menundukkan kepala dan berdoa :
Ya, Bapa...
Terimakasih atas kasih setiaMu
Terimakasih atas pemeliharaanMu dalam hidup kami dan dalam persekutuanMu ini
Biarlah ya Bapa, kami tetap menjadi alat-Mu
Sehingga melalui hidup kami, nyatalah kuasaMu
Kuatkan lah kami melakukan bagian kami masing-masing dengan takut akanMu
Bukan karena kuat dan gagah kami
Bukan karena kebaikan kami
Bukan karena apa yang kami punya
Tapi hanya karena kasih karunia Mu lah yang melingkupi kami
Kami menyerahkan hidup kami dan persekutuan ini kedalam tanganMu
Tetaplah genggam tangan kami dalam melewati hari-hari kedepan
Kami benar-benar tidak bisa tanpa Engkau ya Bapa
Amin
Buat yotam, irma, hanna, reinhard dan ayub jangan pernah takut dan ragu untuk melayani.. hehehe. Semangat!
Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku
Fil 4 : 13












