Apa tujuan kita mengenyam pendidikan dari kecil hingga sekarang? Bertahun-tahun mendisiplinkan diri untuk bangun pagi, berangkat sekolah atau kuliah, mengerjakan tugas-tugas yang rumit, ikut ekstrakulikuler yang padat tapi kalo ditayna tidak tahu kelak akan jadi apa.
Tetapkan sasaran jangka pendek dan jangka panjangmu! Jika kamu punya target/sasaran, dijamin pola belajar kamu gak akan sembarangan. Hidup kamu akan lebih berarti. Tidak semua orang sukses menikmati hal-hal enak di dalam hidupnya.
Banyak sekali orang sukses yang berasal dari keluarga kurang mampu, ga bisa mengenyam pendidikan yang layak, harus bekerja keras sejak muda bahkan mendapat cemooh dan olok-olok dari masyarakat. Mereka berhasil karena mereka punya sasaran atau target yang akan dicapai. Orang yang punya sasaran untuk sukses ga mungkin hidup sembarangan. Tekun belajar dan bekerja serta menjalin relasi bersama Tuhan dengan orang lain.
Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada maksud. Pasti ada tujuan.
Mungkin saja kamu mengalami pengalaman buruk yang tidak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila kamu berani menengok ke sisi lain, kamu akan menemui pemandangan yang jauh berbeda. Kamu gak harus jadi orang yang tersenyum terus atau menempatkan wajah ceria. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis. Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju kelaut. Meski melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra mereka tahu bahwa suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Mereka menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur, sebagian kembali ke laut. Adakah yang sia-sia dari setiap tetes air yang kamu temui di selokan rumahmu? Begitupun kamu, adakah yang sia-sia yang kamu lakukan kini? Jika kesulitan datang menghampiri kita dan kita tidak menjadi kecil dan sulit karenanya, maka kesulitan itu dapat membuat kita menjadi besar. Dalam menghadapi kesulitan, kita harus tegar dan tidak kecil hati. Ketahanan terhadap kesulitan bisa membawa kita menuju sukses yang besar.
oh ya sebentar lagi aku wisuda, hehehe. aku orang pertama yang punya gelar sarjana, dari opung sebelah bapa. aku bahagia. kalo jadi sih pertengahan bulan aku mau bertemu opung di tanah kelahiran bapaku. horeeeee...
SEMOGA BOS KU MENGINZINKAAAN AKU IZIIIN YAAA





selamaaaatt :)
gud luck selalu yah!