Tadi pagi di aku ke salah satu bank swasta terbesar di negara ini
untuk menyetor sejumlah uang. Disambut senyum ramah pak satpam dan saya pun tidak terlalu lama antri menunggu. Sesampai di teller, (lagi) diberi senyum gratis dari si mas (lumayan) ganteng
. Melihat bukti slip saya, ekspresinya agak berubah, lalu melihat muka saya, lihat slip lagi, lihat muka, lihat slip lagi
, lalu senyuuum
.
Pikir ku saat itu, *wah, tertarik sangat rupanya dia dengan keeksotisan muka asli batak ini*
.
Lalu terjadilah percakapan antara petugas (P) dan nasabah (N)
P : Selamat pagi, mbak...
N : umm ya met pagi juga *pikirku saat itu basa basi banget si mas ini, buruuuan!* 
P : Boleh tau, uang ini berasal dari mana? Sambil ngitung duit yang saya setor.
N : Maksudnya? * sok bego nan diplomatis.mode on*
P : Maksudnya uang ini berasal dari mana?
N : *senyyuum dulu* Ha? Dari Bank Indonesia lah yang dicetak Perum Peruri beredar dulu lalu sampai di tangan saya lalu masuk lagi ke Bank ini. Gimana sih kok gak tau, wong mas kerja di bidang perbankan, kok gak tau??? *dia 
P : oh iya ya maaf mbak, sebentar ya saya proses.
N : *mengangguk-angguk, sok jadi nasabah profesional*
tapi berpikir *sialan nih si mas, pantesan dia ngliat slip, ngliat muka ku beberapa kali,? emang muka gue ini gak cocok megang duit banyak ya? dia pikir aku nyetor duit ga halal kali ya. hahhah…*
Aku punya tiga rekening bank, dan di bank ini emang aku gak pernah nyetor uang. Ini pertama kalinya. Selama ini rekening ini kupakai untuk transfer dana, transfer pembayaran gajiku, lalu transaksi selalu melalui atm. Semenjak punya rekening ini, aku gak pernah print buku. Ini pertama kalinya. Buseet dah. 
Dana yang kusetor tadi bukan uang pribadiku. Wajar kalo si mas teller agak waspada, wong selama ini arus dana yang masuk ke rekeningku gak pernah sebesar ini. Aku maklum, karena sistem perbankan sekarang mulai meningkatkan kewaspadaan akan money laundry. Tapi, sungguh keterlaluan kalo setelah gurauan diplomatis ku, ia masih bertanya lagi. Wong aku tau kok dikit-dikit mengenai prosedur perbankan.
Kalo kayak tadi, daku hanya nyetor belasan juta, yah masih standar, gak bisa terlalu di curigai. Itu uang PMK UNTAN.
PMK UNTAN. Wadah pelayanan mahasiswa Kristen di Universitas Tanjungpura tahun ini bisa mengelola uang dengan total kurang lebih dua puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah, angka yang fantastik untuk Unit Kerja Mahasiswa tentu saja. Belum lagi dana yang kami kumpulkan secara swadaya untuk kegiatan, pembinaan, dan persekutuan yang kami adakan.
Semua ini semata karena campur tangan dari –Nya. Uang yang kusetor kutitip dahulu di rekeningku, aku takut menyimpan tunai. Menghindari penyelewangan. Salah-salah bisa salah pakai pula nanti.
Teringat PMK UNTAN, pasti teringat rekan ku, kami berlima berkomitmen untuk ambil bagian dalam pelayanan ini untuk periode 2008-2009. Inilah mereka, kuceritakan sedikit :
Kumulai dari
1. DAVID EKO INDRA SILAEN, KOMISI PERSEKUTUAN
(Fakultas Pertanian – Ilmu Tanah 2005) : Seseorang yang pemalu dan tidak banyak omong. Introvert. Memiliki pemikiran yang luar biasa namun kurang mampu untuk mengungkapkan hal tersebut. Pintar. Mantan Komisi Persekutuan Green Campus Fellowship Faperta sebelum berkomitmen di PMK UNTAN.
2. SARAH ARNI, KOMISI PEMBINAAN
(Fakultas FKIP – Matematika 2005) : Mantan pengurus tahun lalu yang kembali berkomitmen. Sering sakit kepala karena hal-hal yang sebenarnya gak rumit. Introvert. Lemah secara fisik. Seorang yang sensitif dan pemikir sejati.![]()
3. YOTAM DOMAS, KETUA PMK UNTAN
( Fakultas FKIP – B. Indonesia 2006) :
Gak pernah jadi mantan pengurus. (kalo mantan pacar, sebelum bertobat pasti banyak) hehe. Kekanak-kanakan. Cengengesan. Punya selera humor yang lumayan menghibur. Glamor. Ganteng dan memiliki kulit yang paling putih diantara kami. Lembut hatinya. Punya semangat tinggi. Kurang sabar dan penyayang. Ekstovert.
4. EDY AGUSTINUS, SEKRETARIS
( Fakultas ISIP – Sosiolosi 2005) :
Wakil Ketua BEM Fisip. Mantan Koordinator Ikatan Mahasiswa Kristen Protestan FISIP. Paling dewasa diantara kami. Bijaksana. Pemikiran yang matang. Sabar dan penyayang. Berdedikasi tinggi. Sederhana. Pandai bernyanyi dan lihai bermain gitar (baru-baru ini mi ba ru tau bisa juga main kibor, ya ampuun kemana aja lu mi!). Punya panggilan sayang dari Yotam Boss! Mimi sering memanggilnya Didioi. Ambivert.
5. Aku, BENDAHARA & KOMISI DOA
( Fakultas Ekonomi – Akuntansi 2005 ) :
Aku? Mantan sekretaris Keluarga Mahasiswa Kristen FE. Hahha. Bukan siapa-siapa. Gak penting. Gak pandai nyanyi. Ribet. Gak lihai main musik. Kekanak-kanakan. Keras batu. Cerewet. Blak-blakan. (Korban kecerewetan dan blak-blakan ku : Yotam dan Edy). Ambivert. Sebenarnya aku bukan mahasiswa lagi semenjak Februari yang lalu, namun kepengurusan ini selesai bulan Juli nanti, maka aku harus menyelesaikan tanggung jawab ini.
Banyak perkara yang tak dapat kami mengerti dalam organisasi ini. Dibentuk melalui persekutuan doa 23 tahun yang lalu. Organisasi PMK UNTAN adalah organisasi yang punya visi dan misi yang jelas. Telah berkali-kali mengalami regenerasi pengurus. Dan kami adalah orang yang kesekian kali nya yang harus mengerjakan pelayanan ini.
Aku secara pribadi, meyakini bahwa ini adalah bagian dari rencana Tuhan dalam hidup kami masing-masing. Di awal pergumulan untuk ambil komitmen, aku sedikit berpikir bahwa beban pelayanan ini akan ringan karena mereka adalah orang-orang yang telah mengenal Allah dan kompeten dalam mengerjakan sesuatu.
Pemikiranku dulu, Edy adalah seseorang yang akan mengambil alih kepemimpinan bang bodenk. Namun, Allah punya orang pilihan sendiri. Yotam Domas, gak punya pengalaman organisasi keagamaan di kampus dipilih tim Formatur menjadi ketua PMK UNTAN.
Di hari peneguhan tahun lalu, 28 Juni 2008, aku mulai sempat goyah, karena aku tahu Edy tidak ambil komitmen dalam pelayanan karena memiliki tanggung jawab juga sebagai salah satu orang penting di BEM FISIP. Hari itu aku takut. Takut akan hari hari yang akan kami lalui tanpa Edy. Pada acara pengukuhan basuh kaki pun aku tak kuasa menahan tangis, menyerahkan semua kekuatiranku pada Tuhan
.
Esok harinya ketika format kepengurusan akan diumumkan kepada kami, edy datang dan menyatakan komitmen untuk ikut ambil bagian. Aku bersyukur. Sangat-sangat bersyukur
.
Sekarang, satu bulan lagi kami akan regenerasi. Ada yang tinggal, banyak pula yang lepas. Selama ini, aku sangat dekat dengan Edy dan Yotam. Mereka sudah kuanggap abang dan adikku
.
Kenangan-kenangan yang kami ukir dalam sangat berharga dan akan kusimpan tersendiri dalam salah satu kotak terindah di hatiku. Hari-hari yang kami lalui penuh dengan warna-warni. Ada tawa ada tangis. ada duka ada suka. Disaat-saat sulit dan berbeban berat saling menopang. Saling memahami. Terkadang ada perselisihan pendapat. Terkadang sering terjadi misskomunikasi. Terkadang ada amarah, kesal dan perasaan lelah serta ingin menyerah
. Jika dipikir-pikir, ini merupakan proses pendewasaan kami. Rencana indah dari sang Sutradara Kehidupan
.
Kalo dipikir secara organisasi duniawi, kenapalah Edy, Mimi, David dan Sarah harus dipimpin oleh Yotam yang notabene gak punya pengalaman, junior kami pula? Pikiran Allah bukan pikiran manusia. Edy, Mimi David dan Sarah dipakai Tuhan untuk melengkapi Yotam untuk melanjutkan kepengurusan satu tahun kedepan.
Aku mengingat satu tahun yang silam, dimana kepengurusan kami baru, harus menyusun program kerja. Waktu itu libur panjang seusai semester genap. Dua bulan. Edy melaksanakan KKM di daerah pedalaman Kubu Raya, David juga KKM di daerah. Sarah gak ada di Pontianak. Aku, magang di Kantor Gubernur . Yotam? Entahlah karena takut memimpin rapat atau memang gak mau mimpin rapat malah pulang ke kampung nya. Alhasil, Aku dan Edy lah yang harus back up Yotam. Pulang magang harus konsen mimpin rapat proker, Edy menyempatkan diri untuk datang di akhir pekan.
Sekarang? Yotam yang sekarang telah berkembang dan makin matang dalam kepemimpinan. Sempat juga aku berkata pedas baik secara langsung atau via sms jika Yotam mulai error.( Heey, Yo, itu semua karena aku mengasihimu.) Aku menyadari bahwa ia harus mulai bisa mandiri dalam mengambil keputusan tanpa aku dan edy. Aku rasa pun Edy juga berpikir demikian. Kalo kami udah gak ada, gak ada lagi penasihat-penasihat Yotam, apa jadinya PMK UNTAN taun depan kalo Yotam gak mandiri?
Secara pribadi, aku telah banyak mendapat hal-hal yang berharga dalam persahabatan ini. Belajar kepemimpinan, mngerti arti prioritas, menghargai waktu dan mengenal tanggung jawab secara mendalam serta memiliki mental pemenang. Yang terpenting dan yang paling berharga adalah disini aku belajar mengasihi Allah dan mengasihi sesamaku.
Aku menyadari ia menyertai dan sungguh mengasihiku, selama ambil bagian di PMK UNTAN aku mengalami beberapa fase yaitu fase kuliah, fase proses skripsi, fase seminar dan sidang akhir, mendapat gelar sarjana, lalu Allah memimpinku dalam pekerjaan.
Semua yang terbaik yang Ia berikan padaku. Bagaimana lagi aku harus mengucap syukur, selain melakukan yang terbaik untuk Nya atas apa yang Ia percayakan padaku?
Masih ada beberapa hari lagi sisa kepengurusan ini, masih ada juga hal-hal yang kami harus selesaikan.
Lihatlah, Allah menyertai kami dalam satu tahun ini, mengerjakan banyak hal yang kami pikir tidak dapat kami lakukan. Mendapatkan dana yang sebanyak tidak pernah kami harapkan sebanyak itu. Membawa kami dalam persahabatan dan rasa persaudaraan yang hangat. Bertumbuh bersama menuju kedewasaan.
Oh iya, terimakasih juga buat para pengurus kampus yang telah bersama-sama kami berjuang :
- Willhemus T.P Fakultas Kehutanan 2004 beserta rekan
- Seven Simamora Fakultas Teknik 2005 beserta rekan
- Damen Rijke Fakultas Pertanian 2006 beserta rekan
- Widya Sri Jayanti Fakultas ISIP 2006 beserta rekan
- Irma Prakas Sanggup Fakultas MIPA 2006 beserta rekan
- Anto Fakultas FKIP 2006 beserta rekan
- Ronny Anggebo Fakultas Ekonomi 2006 beserta rekan
- Kristian Batubara Fakultas Hukum 2006 beserta rekan
- Inggrid Sira Fakultas Kedoktera 2007 beserta rekan




Terimakasih untuk kakak-kakak rohani ku yang mengajariku banyak hal, khususnya untuk PKK ku Margaretta Siregar SP dan PKTB ku Sapto Tri Laksana Putra ST
Ku menundukkan kepala dan berdoa :
Ya, Bapa...
Terimakasih atas kasih setiaMu
Terimakasih atas pemeliharaanMu dalam hidup kami dan dalam persekutuanMu ini
Biarlah ya Bapa, kami tetap menjadi alat-Mu
Sehingga melalui hidup kami, nyatalah kuasaMu
Kuatkan lah kami melakukan bagian kami masing-masing dengan takut akanMu
Bukan karena kuat dan gagah kami
Bukan karena kebaikan kami
Bukan karena apa yang kami punya
Tapi hanya karena kasih karunia Mu lah yang melingkupi kami
Kami menyerahkan hidup kami dan persekutuan ini kedalam tanganMu
Tetaplah genggam tangan kami dalam melewati hari-hari kedepan
Kami benar-benar tidak bisa tanpa Engkau ya Bapa
Amin
Buat yotam, irma, hanna, reinhard dan ayub jangan pernah takut dan ragu untuk melayani.. hehehe. Semangat!
Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku
Fil 4 : 13








kereeen kak :)