Pagi ini. Pucuk-pucuk akasia meliuk-liuk diterpa angin.
Daun-daun dan rantingnya merindukan hujan.
Hujan yang telah berabad-abad setia menunggu munculnya pelangi.
Rerumputan dan kuntum-kuntum bunga liar menanti saat untuk bersanding dengan langit biru.
Selalu ada sebuah alasan untuk menanti dan menunggu.
Seperti akasia, langit dan bunga-bunga liar itu.
Maka hujan berkata kepada pelangi,
'I adore you, i have been waiting you and i'm glad to see you..'
-Tulisan ini dipindahin dari notes facebook-
